Guru Besar FMIPA UI Agustino Zulys. Foto: Instagram @prof.zulys
Guru Besar FMIPA UI Agustino Zulys. Foto: Instagram @prof.zulys

Benarkah Satu Tetes Zamzam Bisa Mengubah Air Biasa Jadi Zamzam? Ini Penjelasan Guru Besar UI

Ilham Pratama Putra • 06 Oktober 2026 14:00
Ringkasnya gini..
  • Mencampurkan sedikit zamzam dengan air biasa secara kimia menyebabkan pengenceran.
  • Komposisi campuran tidak otomatis identik dengan air zamzam asli.
  • Keberkahan zamzam merupakan persoalan keagamaan, sedangkan komposisi air dapat diuji secara ilmiah.
Jakarta: Klaim satu tetes air zamzam dapat membuat air biasa berubah menjadi zamzam menjadi pembicaraan banyak orang. Guru Besar Departemen Kimia (Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Agustino Zulys menegaskan klaim tersebut tidak berlaku jika dilihat dari sisi kimia.

Zulys menjelaskan ketika air zamzam dicampurkan dengan air biasa, komposisi fisik dan kimia campuran akan berubah. Prinsip dasarnya adalah konsentrasi. 

Zulys mengatakan, jika air zamzam memiliki mineral dengan konsentrasi tertentu kemudian dicampurkan dengan air biasa dalam jumlah lebih besar, jumlah mineral yang berasal dari zamzam tidak tiba-tiba bertambah. Sebaliknya, konsentrasinya menjadi lebih rendah karena terjadi pengenceran.

"Ketika zamzam dicampur dengan air biasa, komposisi fisik dan kimia campuran akan berubah," jelas Zulys melalui youtube Prof Zulys, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.
 
WhatsApp Image 2026-10-06 at 1_17_24 PM
Ilustrasi Minum Air Zamzam. Foto: Pexels

Ia mencontohkan apabila air zamzam yang mengandung mineral dengan konsentrasi tertentu dicampurkan dengan 900 mililiter air biasa, mineral dari zamzam tidak akan mendadak menjadi berkali-kali lipat. Untuk itu persoalan pencampuaran air perlu dibedakan antara makna keberkahan secara keagamaan dan komposisi kimia.

Zulys pun menggunakan analogi sederhana untuk pencampuaran air tersebut layaknya cairan espresso yang berasal dari kopi. Satu sendok kopi yang dimasukkan ke dalam satu teko air tidak membuat seluruh isi teko berubah menjadi espresso. Demikian pula dalam kimia, mencampurkan sejumlah kecil zamzam dengan air biasa tidak membuat seluruh campuran memiliki komposisi yang identik dengan air yang berasal langsung dari sumur zamzam. Zulys juga mengingatkan bahwa persoalan apakah keberkahan tetap ada ketika zamzam dicampurkan dengan air merupakan pertanyaan keagamaan.

Lebih lanjut, Zulys menjelaskan air zamzam pada dasarnya tetap memiliki molekul H2O seperti air lainnya. Yang membedakan adalah zat-zat yang terlarut di dalamnya. 

Air zamzam relatif kaya mineral, antara lain kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, serta sejumlah unsur jejak. Kandungan mineral tersebut berkaitan dengan perjalanan air tanah yang berinteraksi dengan material dan batuan di sekitarnya.

Karena itu, keistimewaan zamzam dalam konteks keimanan tidak harus diterjemahkan sebagai perubahan hukum kimia. Menurut Zulys, iman dan sains memiliki bahasa serta metodologi masing-masing.

"Iman mempunyai bahasanya, sains mempunyai metodologinya. Keduanya jangan dipaksa mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka katakan," ujarnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan