Mahasiswa Unair Ciptakan Pupuk dari Limbah Udang. DOK Unair
Mahasiswa Unair Ciptakan Pupuk dari Limbah Udang. DOK Unair

Mahasiswa Unair Ciptakan Pupuk dari Limbah Udang

Renatha Swasty • 11 Februari 2022 14:49
Jakarta: Sebanyak empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam Tim Aquafuture menciptakan inovasi pupuk padat dan cair dari limbah udang bernama Pupuk Olahan Limbah Udang (Poli Undang). Pembuatan ini dilatarbelakangi pembuangan limbah budidaya udang yang kerap diabaikan.
 
Padahal, pemerintah sudah menyediakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, masih banyak petambak tidak menerapkannya sehingga dapat mencemari perairan dan membahayakan organisme.
 
"Sudah banyak pengaduan masyarakat terkait limbah budidaya udang. Apalagi limbah tersebut mengandung senyawa fosfat dan nitrogen yang sifatnya metabolit toksik dan sangat berbahaya," ujar CMO Aquafuture Putri Mardhotillah dikutip dari website unair.ac.id, Jumat, 11 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut nitrogen mengakibatkan ledakan pertumbuhan algae, merusak rantai makanan ekosistem laut, hingga kematian organisme. Putri juga membeberkan laut Indonesia menerima 267 ribu juta ton limbah budidaya udang per 3 bulan.
 
CEO Aquafuture Heri Prasetyoning Tias menyampaikan hadirnya Poli Udang bisa meminimalkan pupuk dari bahan kimia serta menjadi alternatif pupuk subsidi pemerintah. Pupuk padat berukuran 5 kg, kata Tias, hanya bisa digunakan untuk lahan pertanian. Sementara itu, pupuk cair berukuran 500 mL dapat digunakan untuk lahan pertanian maupun perikanan.
 
"Poli Udang jenis cair ini bermanfaat untuk menumbuhkan pakan alami, fitoplankton, sehingga bisa memudahkan petambak dan petani ikan di Indonesia dalam budidaya," ujar mahasiswa FPK Unair ini.
 
Dia menyebut produk masih akan terus dikembangkan dan diuji coba. Ke depan produk akan dipasarkan.
 
"Dengan kisaran harga Rp30.000/botol dan Rp25.000/karung," tutur dia.
 
Tim Aquafuture juga mendukung beberapa ketercapaian SDGs, salah satunya SDGs poin ke-14 mengenai life below water yang mendukung keberlangsungan ekosistem laut. Selain itu juga SDGs poin ke-9 yang mendorong inovasi melalui hubungan dengan industri.
 
"Harapannya, produk ini dapat menjadi pupuk yang efektif dan dipasarkan secara luas sehingga dapat memberikan solusi dari permasalahan limbah budidaya udang yang berkelanjutan," kata Tias.
 
Atas ide itu, Tim Aquafuture yang terdiri dari Heri Prasetyoning Tias, Putri Mardhotillah, Cahaya Mahadiva, dan Anggraeni Tirta Sari meraih juara 2 pitch deck nasional dalam ajang kompetisi Hack A farm yang diselenggarakan PT Indmira.
 
Baca: Samarium Bisa Atasi Nyeri pada Penderita Kanker, Ini Keistimewaannya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif