Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Anggaran Riset dan Penelitian Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Ilham Pratama Putra • 01 Maret 2022 11:28
Jakarta: Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam menyebut anggaran riset dan penelitian Indonesia sangat rendah. Bahkan, terendah di Asia Tenggara.
 
"Anggaran riset dan penelitian baru 0,1 persen Produk Domestik Bruto (PDB), jadi terendah di Asia Tenggara," kata Nizam dalam konferensi pers daring Selasa, 1 Maret 2022.
 
Begitu pula ketika melihat besaran belanja kebutuhan Research and Development (RnD) di Tanah Air. Dia menyebut belanja RnD negara masih lebih besar dibandingkan dengan pihak swasta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata dia, seharusnya belanja untuk RnD titik beratnya ada di swasta. "Sebesar 75 persen belanja pemerintah, dari sektor swasta baru 6 persen. Kalau di Thailand, 75 persen itu belanja swasta," tutur dia.
 
Hal ini membuat ekosistem riset dan teknologi kurang gairah di Indonesia. Nizam menyebut hal ini akan memiliki berdampak pada ekonomi Indonesia.
 
"Ekonomi Indonesia ke depan tidak mungkin masuk sebagai negara berpenghasilan tinggi tanpa kita bergerak pada ekonomi yang berbasis inovasi," tutur Nizam.
 
Baca: KedaiReka Kurangi Ketergantungan Kampus Terhadap Anggaran Riset dari Negara
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif