Alat sortir telur otomatis bikinan peneliti UI. DOK UI
Alat sortir telur otomatis bikinan peneliti UI. DOK UI

Bantu Peternak, Peneliti UI Ciptakan Alat Sortir Telur Otomatis

Renatha Swasty • 11 Januari 2023 13:54
Jakarta: Tim dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis. Inovasi ini menyusul Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) peternakan telur di Indonesia kesulitan dalam
optimalisasi dan efisiensi kerja.
 
"Kami melihat kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive. Oleh karena itu, bersama Yayasan Edu Farmers International, kami merancang alat ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan value telur ayam yang diproduksi dengan skema pelabelan otomatis,” kata Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI Jaka Fajar Fatriansyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Januari 2022.
 
Pekerja rata-rata memerlukan waktu 2–3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlah, dan menimbang total berat telur. Banyaknya tahapan yang ditangani mengakibatkan berkurangnya produktivitas peternak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap orang hanya mampu menangani populasi 3.000–4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti Cina, Amerika, dan India.
 
Inovasi bikinan peneliti UI dapat memproses 6.000 telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional. Alat produksi FTUI ini berukuran lebih kecil dari alat serupa hasil produksi luar negeri dan dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp30 juta.
 
Pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang didanai oleh Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022. “Alhamdulillah, kegiatan yang digagas Tim FTUI berhasil menjadi 1 dari 12 pengmas yang disetujui dalam Program Kedaireka," kata Jaka.
 
Alat pencacah telur otomatis ini bekerja dengan cara menyortir telur berdasarkan berat menggunakan prinsip magnet. Alat ini dapat menyortir telur dengan tiga grade berbeda.
 
Penyortiran telur otomatis diharapkan dapat membantu UMKM peternak telur di Indonesia meningkatkan produktivitas dan menaikkan nilai jual telur berdasarkan grade telur yang disortir.
 
“Semoga hasil inovasi Tim Pengmas DTMM FTUI dapat menumbuhkan kesejahteraan peternak melalui keterampilan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan," kata Dekan FTUI, Heri Hermansyah.
 
Dia menyebut industri peternakan Indonesia sudah saatnya mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Inovasi ini juga diharapkan dapat membangun semangat generasi muda terhadap dunia agrikultur Indonesia ke depan.
 
Alat pencacah telur otomatis ini diujicobakan di Peternakan Agrova Farm, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2022. Uji coba untuk melihat kondisi alat di lapangan dan mendapat masukan dari calon user/costumer, yaitu Agrova Farm.
 
Uji coba dihadiri Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI bersama anggota, yakni Muhammad Joshua YB, Agrin F Pradana, Fernanda H, Andreas F, dan M RIza; perwakilan dari Yayasan Edu Farmers International, Ignatius Egan; Supervisor Lapangan Agrova Farm, A Ilyadi; serta peternak Agrova Farm, khususnya di bagian penyortiran dan pengepakan telur.
 
“Alat grading dan pencacah telur otomatis inovasi Tim Pengmas FTUI ini merupakan produk lokal yang belum banyak tersedia di pasar. Sebelumnya, apabila peternak menginginkan alat pencacah telur, rata-rata mereka harus impor dan itu mahal, sulit terjangkau bagi peternak UMKM. Hasil inovasi FTUI ini kami rasa bisa memenuhi gap yang ada di pasar,” kata Ignatius.
 
Baca juga: Sakti, Aplikasi Karya Mahasiswa UI Ini Percepat Penurunan Angka Stunting

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif