Berbeda dengan metode konvensional yang bersifat lokal, penetapan tahun ini berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak (konjungsi) jelang Ramadan tercatat terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC.
Dalam analisisnya, Muhammadiyah menjelaskan pada saat matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1, mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat belum terpenuhi di belahan bumi mana pun.
Namun, penerapan KHGT dilanjutkan dengan memeriksa kriteria PKG 2. Hasil hisab menunjukkan bahwa setelah pukul 24.00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang telah memenuhi syarat visibilitas hilal.
"Hisab membuktikan bahwa setelah pukul 24:00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika, tepatnya di koordinat Lintang 56°48’49” LU dan Bujur 158°51’44” BB, yang telah memenuhi syarat dengan tinggi Bulan 5°23’35” dan elongasi 8°00’11”," tulis keterangan resmi Muhammadiyah dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Dengan terpenuhinya syarat tersebut, prinsip kesatuan matlak global diberlakukan. Artinya, penetapan 1 Ramadan 1447 H berlaku serentak di seluruh dunia pada tanggal 18 Februari 2026, memberikan kepastian bagi warga Muhammadiyah untuk memulai ibadah puasa secara bersamaan. (Sultan Rafly Dharmawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News