Deterjen ramah lingkungan buatan mahasiswa UGM. Foto: Humas UGM.
Deterjen ramah lingkungan buatan mahasiswa UGM. Foto: Humas UGM.

Mahasiswa UGM Gagas Deterjen Ramah Lingkungan

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian UGM
Arga sumantri • 22 September 2021 15:47
Jakarta: Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas deterjen ramah lingkungan. Inovasi ini didasari keprihatinan atas tingginya limbah deterjen pada air yang bisa berimbas pada menurunnya populasi ikan.
 
Keempat mahasiswa pengembang deterjen ramah lingkungan ini yaitu Mutiara Selvina dan Aldian Fahrialam (Teknik Geologi), Leonardo Anthony Wijaya (Teknik Kimia), serta Aulia Rahmah Karunianti (Kimia). Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM yang dibimbing I Wayan Warmada.
 
Ketua Tim, Mutiara, menerangkan, keunggulan dari deterjen ramah lingkungan ini adalah penggunaan mineral zeolit alam yang berada di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul sebagai pengganti senyawa fosfat pada builder agent. Dalam prosesnya zeolit akan dikarakterisasi terlebih dahulu dengan analisis laboratorium berupa analisis X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analisis tersebut dilakukan guna mengetahui kandungan senyawa dan mineral yang ada pada sampel zeolit, serta kemampuannya dalam menukarkan kation. Deterjen yang telah dibuat dengan campuran zeolit dianalisa kualitas dan tingkat ramah lingkungannya. 
 
"Hasil menunjukkan konsentrasi zeolit yang ditambahkan pada deterjen berhubungan dengan kelangsungan hidup ikan sebesar 297,29 persen," ujar Mutiara mengutip siaran pers UGM, Rabu, 22 September 2021.
 
Baca: Mahasiswa ITS Ciptakan Robot Penyelam Baru, Sabet Enam Penghargaan
 
Selain itu, penambahan zeolit juga berpengaruh terhadap stabilitas busa deterjen dan wujud fisik deterjen yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi zeolit, maka busa akan lebih stabil yang berarti kadar surfaktan dalam deterjen meningkat dan dapat membersihkan noda lebih baik, serta mengubah warna deterjen mengikuti warna zeolit jika tanpa adanya penambahan pewarna. 
 
Dengan penambahan zeolit maka deterjen yang dihasilkan menjadi lebih ramah lingkungan dan memiliki kualitas membersihkan yang lebih baik.
 
"Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu mengurangi dampak risiko pencemaran lingkungan khususnya perairan sehingga ekosistem dapat terjaga dengan baik hingga masa mendatang," ungkap Tiara.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif