“Kami ingin berkolaborasi untuk bersama-sama membangun satu sistem pemodelan tsunami guna mendukung program Indonesia Tsunami Early Warning System atau InaTEWS, sistem ini disebut sebagai model tsunami merah putih,” ujar Plt Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Widjo Kongko, dikutip dari laman brin.go.id, Selasa, 8 Maret 2022.
Pertemuan dengan BMKG untuk mendiskusikan peta jalan pemodelan tsunami merah putih. Widjo menyebut Kepala BRIN Laksana Tri Handoko telah menekankan agar BRIN dan BMKG dapat saling memperkuat kerja sama, termasuk dalam bidang riset tsunami.
“Mulai tahun ini dan tahun depan, optimistis bisa kita lakukan dan semoga dapat berjalan dengan baik,” tutur dia.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyambut baik kolaborasi ini. BMKG siap bekerja sama untuk mewujudkan keberlanjutan teknologi pemodelan dan mitigasi tsunami di Indonesia.
"Sekaligus untuk meregenerasi InaTEWS yang dirintis sejak 2008,” tutur dia.
Dwikorita berharap InaTEWS dengan pemodelan merah putih ini dapat segera direalisasikan dalam kurun waktu 1-2 tahun. Dwikorita mengakui Indonesia mempunyai cukup banyak pakar tsunami.
Dia menyebut sumber daya tersebut perlu dioptimalkan. Pengetahuan perlu diwariskan ke generasi muda dan dimanfaatkan untuk NKRI.
Keterlibatan periset BRIN dalam kolaborasi ini sekaligus untuk mendukung BMKG mengimplementasikan konsorsium pokja pemodelan tsunami. Pokja tsunami memiliki tugas merencanakan kebijakan di bidang tsunami serta kegiatan penunjang berkelanjutan.
"Baik berupa program jangka pendek maupun jangka menengah, serta memberikan masukan strategi kebijakan pengamatan tsunami, pengolahan dan analisis data tsunami, modeling, diseminasi dan layanan tsunami, serta emerging teknologi tsunami,” kata Deputi Geofisika BMKG Suko Prayitno Adi.
Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP-BRIN) Yogyakarta resmi melebur ke Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika pada Jumat, 4 Maret 2022. Lingkup pekerjaan di BTIPDP ialah melakukan riset bidang pelabuhan, dinamika pantai, dan penataan kawasan pantai.
Unit kerja penyelenggara riset ini sudah berdiri sejak 1982. Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, khususnya Laboratorium Dinamika Pantai di Yogyakarta telah berhasil mematenkan BPPT-lock, yaitu satu rekayasa unit lapis lindung beton untuk pemecah gelombang di pelabuhan atau perlindungan pantai.
BPPT-lock telah digunakan di beberapa tempat sejak 2018, yaitu PLTU Pacitan, TPPI Tuban, dan Pelabuhan Sanur Bali. Banyak kontraktor di bidang pelabuhan-pantai mulai tertarik menggunakan BPPT-lock yang secara kinerja lebih stabil namun ekonomis.
Tahun ini, Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, khususnya Laboratorium di Yogyakarta terlibat riset di rumah program teknologi kebencanaan melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi BRIN. Rumah program ini mewadahi riset mitigasi bencana, mulai dari teknologi peringatan dini, pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekayasa-desain rekonstruksi.
“Kami melanjutkan riset sebelumnya dengan melakukan pengembangan pemodelan prediksi tsunami berbasis kecerdasaan artifisial dan optimasi desain hybrid untuk mengurangi dampak ancaman tsunami,” kata widjo.
Baca: Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami dengan 5 Cara Mitigasi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News