Jambu merah. Foto: Medcom.id
Jambu merah. Foto: Medcom.id

Kombinasi Jambu Merah dan Madu Berpotensi Ampuh Lawan Korona

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Maret 2020 11:11
Jakarta: Konsorsium Covid-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengembangkan sejumlah sayur dan buah-buahan sebagai suplemen untuk melawan virus Korona. Salah satunya adalah meneliti khasiat jambu merah, daun jambu dan madu terhadap covid-19.
 
Tim periset Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Konsorsium Covid-19 menyebut, kombinasi jambu biji dan madu memiliki khasiat untuk melawan virus Korona. Senyawa flavonoid yang terkandung di dalam jambu biji merah berpotensi memiliki khasiat sebagai suplemen untuk melawan covid-19.
 
“Senyawa-senyawa tersebut diduga mampu menghambat replikasi atau perbanyakan virus atau menghambat ikatan protein virus ke reseptor manusia," jelas Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB, Irmanida Batubara di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Irmandia menjelaskan, senyawa flavonoid ini tidak hanya terdapat pada buah jambu biji merah saja, tetapi juga pada pada bagian daun dan kulit batangnya. Menariknya, senyawa ini juga ditemukan di dalam kandungan madu.
 
Baca juga:Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19
 
Terkait khasiat flavonoid pada jambu biji merah dan madu, tim peneliti dari dua perguruan tinggi tersebut akan segera melakukan uji klinis. "Selanjutnya akan dilakukan penelitian uji klinis terkait efek mengonsumsi jus jambu biji yang dikombinasikan dengan madu, juga uji klinis terkait ekstrak daun jambu biji sebagai suplemen pada pasien covid-19," ujarnya.
 
Sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Kemenristek (Kemenristek/BRIN) telah membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Konsorsium ini akan dipimpin Plt. Staf Ahli Bidang Infrastruktur Menristek, Ali Ghufron Mukti.
 
Konsorsium ini terdiri dari lembaga Litbangjirap, termasuk dari Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK). Yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.
 
Selain itu juga di dalamnya ada perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Airlangga, serta melibatkan para peneliti diaspora Indonesia di luar negeri. Ada juga sektor industri farmasi ada PT Biofarma dan PT SOHO.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif