Dosen Departemen Proteksi Tanaman IPB University Nadzirum Mubin. Foto: Dok Humas IPB.
Dosen Departemen Proteksi Tanaman IPB University Nadzirum Mubin. Foto: Dok Humas IPB.

Pakar IPB: Bungkil Kedelai Potensial Jadi Pakan Ternak

Pendidikan Peternakan Riset dan Penelitian
Arga sumantri • 04 Mei 2021 12:26
Jakarta: Dosen Departemen Proteksi Tanaman IPB University Nadzirum Mubin menyebut bungkil kedelai punya potensi tinggi menjadi pakan ternak. Kesimpulan ini didapat setelah mengunjungi salah satu perusahaan penyedia pakan ternak.
 
Pada umumnya, kata dia, pakan dari serealia dilakukan penggilingan terlebih dahulu sehingga diperoleh tekstur yang lebih halus. Tekstur yang halus tersebut nantinya dimanfaatkan untuk bahan baku pakan.
 
Berdasarkan hasil pengamatan Nadzirum, perusahaan penyedia pakan yang dikunjunginya melakukan metode lain, yaitu melakukan pengepresan pada bahan baku pakan. Sementara, hal yang menurutnya unik adalah bahan baku yang digunakan bukan dari kedelai yang utuh, tetapi berasal dari bahan sortiran yang biasa disebut menir kedelai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nadzirum, nilai tambah pada metode yang dilakukan yaitu adanya dua produk yang dihasilkan yaitu hasil press-an itu sendiri dan minyak kedelai. Ketika bahan pakan dilakukan penggilingan, minyak tersebut masih tersimpan di dalam bubuk kedelai hasil penggilingan, tetapi pada metode pengepresan diperoleh hasil samping berupa minyak sebagai nilai tambah.
 
Baca: Inovasi Antasena ITS, Pembangkit Listrik Berbasis Biomassa
 
Harga jual minyak kedelai lebih tinggi, yaitu sekitar Rp8.300 per liter. Sedangkan, bungkil kedelai atau hasil meniran yang di-press berharga Rp5.400 per kilogram.
 
"Jika dibandingkan dengan pemanfaatan kedelai sebagai pakan secara langsung, kedelai utuh mempunyai nilai jual yang relatif mahal yaitu Rp9.000 per kilogram," ujar Nadzirum melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Dengan kandungan protein pada kedelai, lanjutnya, yaitu 36 persen dan harga yang tinggi, para peternak lebih memilih bungkil kedelai sebagai pakan alternatifnya. Bahkan, diketahui kandungan protein dari bungkil kedelai meningkat setelah dilakukan pengepresan yaitu mencapai 46 persen.
 
"Harga bungkil yang murah dan kandungan protein yang lebih tinggi membuat peternak unggas semakin gandrung dengan bungkil kedelai ini," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif