Rektor IPB University, Arif Satria.  Foto: IPB/Humas
Rektor IPB University, Arif Satria. Foto: IPB/Humas

Rektor IPB: 2021 Jadi Batu Loncatan Kemajuan Inovasi

Ilham Pratama Putra • 01 Januari 2021 15:57
Jakarta:  Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria mengatakan pada 2021 dunia pendidikan tinggi harus berani melakukan lompatan.  Utamanya dalam bidang inovasi dan penelitian yang memberikan kemanfaatan ekonomi dan sosial, meski di tengah keterbatasan pandemi covid-19.
 
"Bagi yang memiliki fixed mindset, ini adalah fakta yang menunjukkan batas kemampuan kita. Namun bagi pemilik growth mindset, ini adalah peluang untuk melakukan lompatan dengan excellent innovation," kata Arif dalam keterangannya kepada Medcom.id, Jumat 1 Januari 2021.
 
Excellent innovation itu pula yang akan menjadi tema IPB dalam setiap pergerakannya di 2021. Pihaknya ingin melakukan banyak penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan yang mengandung unsur kebaruan.

"Tema inovasi ini semakin relevan seiring dengan fakta bahwa dalam Indeks Inovasi Global 2020, Indonesia berada di urutan ke 85. Bahkan di Asia Tenggara pun, kita masih jauh di bawah Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Philipina, dan Brunei," terang Arif.
 
Arif memberi contoh lompatan inovasi yang dilakukan sosok Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie. Pada tahun 1995 Habibie berani memprakarsai lahirnya pesawat N-250, yang saat itu menjadi pesawat terbaik di kelasnya.
 
Lebih lanjut, Arif menyampaikan bagaimana excellent innovation dapat diwujudkan. Lompatan besar, kata Arif, dimulai dengan memiliki kemauan belajar lebih keras lagi untuk mendapat nilai maksimal.
 
"Growth mindset membawa optimisme bahwa lompatan inovasi bisa terjadi karena yakin bahwa kemampuan bisa diasah dan pilihan-pilihan strategi selalu ada," jelas dia.
 
Baca juga:  IKU Jadi Acuan Kampus untuk Bergerak di 2021
 
Diperlukan pula ketangguhan untuk menjadi pembelajar yang tangguh.  Sebab orang yang mau melakukan lompatan bukan hanya berorientasi pada hasil akhir, namun percaya pada proses yang membawa perubahan.
 
"Selanjutnya, excellent innovation terjadi karena kuatnya future practice. Kekuatan future practice adalah kreativitas dan imajinasi sehingga menemukan  sesuatu yang di luar bayangan orang lain dan memiliki nilai manfaat yang tinggi," lanjut Arif.
 
Excellent innovation juga dapat terwujud melalui kolaborasi. Masalah kian kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara monodisiplin, maka pendekatan transdisiplin memerlukan kolaborasi antarinovator.
 
"Karena itu kita mendorong kerja sama lintasbidang, lintasdepartemen, lintasfakultas, dan lintasuniversitas. Skripsi pun sudah saatnya kolaboratif lintas bidang," sambungnya.
 
Yang terpenting, kata Arif, seluruh pergerakan itu didasari motivasi yang kuat untuk memberikan solusi.  Artinya ingin selalu memberi manfaat dan perubahan atas seluruh kompleksitas permasalahan.
 
"Namun semua itu harus didasari kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial. Artinya excellent innovation adalah juga tentang hati," tutupnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA