G-Friendly, aplikasi bantu penanganan kekerasan seksual buatan mahasiswa Unair. Foto: Humas Unair.
G-Friendly, aplikasi bantu penanganan kekerasan seksual buatan mahasiswa Unair. Foto: Humas Unair.

Mahasiswa Unair Ciptakan G-Friendly, Aplikasi Bantu Penanganan Kekerasan Seksual

Pendidikan pelecehan seksual inovasi kekerasan seksual UNAIR Pelecehan Seksual di Kampus Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Arga sumantri • 19 November 2021 19:03
Surabaya: Tim Glorya Universitas Airlangga (Unair) membawa pulang Piala dari gelaran Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2021. Aplikasi penanganan kekerasan seksual yang diberi nama G-Friendly memenangkan posisi kedua bidang lomba karya tulis ilmiah kategori sosial dan humaniora (Soshum).
 
"Pada saat pengumuman berlangsung itu menjadi momen yang sangat mendebarkan. Kami tidak berharap lebih karena semua karya milik teman-teman juga sangat keren sekali. Alhamdulillah kami mendapatkan Juara 2 pastinya sangat senang dan terharu," ujar Ketua tim Dinda Sumarti mengutip siaran pers Unair, Jumat, 19 November 2021.
 
Tim Dinda terdiri dari empat mahasiswa Prodi D3 Administrasi Perkantoran angkatan 2019. Rekan setimnya yaitu Ainur Rohmah Eka Safitri, Kus Ita Wiji Asmunik, dan Tri Sulis Setiyani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, G-Friendly adalah aplikasi berbasis android yang memiliki empat fitur utama. Yakni fitur outlook, reportase, pendampingan dan konsultasi, serta EC Button yang berfungsi sebagai tombol darurat.
 
Dalam fitur outlook, pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi terkait undang-undang kekerasan seksual dan data statistik perkembangan kasus kekerasan seksual. Dinda juga mengatakan bahwa pengguna dapat melaporkan kasus kekerasan seksual. Lembaga negara terkait akan memproses laporan begitu data user tervalidasi.
 
Baca: ITS Kembangkan Potensi Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Probolinggo
 
G-Friendly mampu membuat panggilan darurat. Bahkan aplikasi tersebut juga bisa melacak lokasi korban. Ada juga fitur pendampingan dan konsultasi. Lewat fitur ini, aplikasi akan menghubungkan pengguna dengan pengacara sebagai pendamping dalam proses hukum. 
 
"Di fitur ini pengguna juga bisa mendapatkan rekomendasi konsultasi psikolog daring," jelas Dinda.
 
Selain itu, aplikasi ini juga terintegrasi langsung dengan pihak Kepolisian, P2TP2A, Kementerian PPPA, dan Komnas Perempuan. Tim Glorya juga menggandeng organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam penyebarluasan dan pengoptimalan manfaat aplikasi.
 
"Aplikasi ini didesain user friendly, jadi masyarakat mudah menggunakannya. Adanya edukasi dan sosialisasi dari organisasi PKK dapat memudahkan masyarakat dalam memahami cara kerja aplikasi," terangnya.
 
Meski saat ini Aplikasi G-Friendly baru dibuat rancang bangunnya saja, Dinda berharap dapat terus mengembangkan aplikasi tersebut. Sehingga karyanya bermanfaat dan bisa ikut andil dalam penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia. 
 
Kemenangan tim Glorya dalam ajang OLIVIA 2021 menjadi titik perjuangan baru bagi Fakultas Vokasi UNAIR. Selain G-Friendly, inovasi BioTec LZ karya tim Pavet Roar juga memenangkan juara II pada penyelenggaraan OLIVIA kali ini.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif