Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan

Menristek Berencana Bentuk BLU Kelola Dana Abadi Penelitian

Pendidikan penelitian Riset dan Penelitian
Kautsar Widya Prabowo • 14 Mei 2020 19:42
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro berencana membentuk badan layanan umum (BLU) untuk mengelola dana abadi. Pembentukan ditargetkan terealisasi setelah ada kepastian dana abadi dari pemerintah untuk penelitian pada 2021.
 
"Saya memang berniat untuk membuat pengelolaan dana abadi penelitian ini di dalam Kementerian Riset dan Teknologi sendiri jadi semacam BLU di bawah Kementerian Riset dan Teknologi," ujar Bambang dalam diskusi virtual dan bedah buku berjudul Membangun Penyelenggaran Pendanaan Penelitian yang Berkelanjutan dan Mandiri, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Dana abadi nantinya dikelola Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI). Sehingga, DIPI dapat menjadi independent granting agency Indonesia atau BLU yang mengelola dana abadi untuk penelitian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Kemenristek Danai 17 Ide Inovatif Penanganan Covid-19 Terbaik)
 
Bambang menuturkan dana abadi yang dikelola DIPI untuk kegiatan penelitian berbasis proposal serta hilirisasi hasil riset. Ini penting untuk investasi pemerintah sebagai stimulus dalam bidang riset.
 
"Kalau mendorong swasta masuk hilirisasi hasil riset, maka pemerintah (dulu) yang investasi. Swasta (nanti) lebih berani untuk melakukan investasi," tutur dia.
 
Bambang mengatakan pengelolaan dana abadi akan dibuat lebih fleksibel tidak bergantung pada suntikan dana dari pemerintah. Ini memungkin mendapatkan dana abadi dari luar pemerintah, seperti filantropi, swasta, hingga luar negeri.
 
"Kalau misalkan investor tidak bisa memberikan dana abadi dalam 100 persen. Saya yakin banyak skema yang bisa dilakukan, tinggal bekerja sama dengan manager investasi," tutur dia.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif