Guru Besar IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Roro Dyah Perwitasari. DOK IPB
Guru Besar IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Roro Dyah Perwitasari. DOK IPB

Pakar IPB Ungkap Pentingnya Jaga Kelestarian Satwa Primata Demi Selamatkan Manusia

Pendidikan satwa Satwa Langka IPB
Renatha Swasty • 25 April 2022 16:12
Jakarta: Satwa primata tidak hanya sekedar hadir untuk mewarnai keanekaragaman alam di dunia. Satwa primata memegang peran penting menjaga stabilitas ekosistem.
 
Punahnya satwa primata dapat mengancam keberadaan manusia di muka bumi. Guru Besar IPB University dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Roro Dyah Perwitasari, mengajak masyarakat berkenalan dengan berbagai jenis satwa primata.
 
Roro menyebut manusia akan memahami betapa pentingnya menjaga satwa primata dari kepunahan dengan lebih memahami persamaan dan perbedaan satwa primata dan primata manusia. Hal itu disampaikan dalam webinar “Menyelamatkan Satwa Primata Menyelamatkan Primata Manusia” yang digelar Program Studi Primatologi Sekolah Pascasarjana didukung oleh Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, dan Yayasan Nirwana Dondin Sajuthi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Manusia dan satwa primata telah terbukti memiliki kesamaan pada level DNA hingga 86 persen. Satwa primata memiliki kecerdasan otak yang sangat maju. Ordo dan biosistematika manusia dengan satwa primata hampir sama, bahkan memiliki karakteristik fisik yang mirip,” kata Roro dalam keterangan tertulis, Senin, 25 April 2022.
 
Dia mencontohkan letak ibu jari yang berlawanan. Sehingga, bermanfaat untuk memegang lebih erat dan bergerak stabil di tanah dan pohon.
 
Kemudian, kemampuan melihat secara binokuler dan memiliki keterbatasan untuk melihat bagian belakang kepala. Roro menuturkan sebagian besar satwa primata memiliki kehidupan diurnal atau berkegiatan aktif pada siang hari.
 
Struktur otak yang kompleks dan lebih maju dibandingkan dengan ordo primata lainnya. Fungsi otak ini membantu primata memecahkan masalah dan perilaku sosial.
 
Satwa primata juga memiliki laju reproduksi yang lambat. Sehingga, terbatas dalam menghasilkan individu baru.
 
“Laju reproduksi yang lambat ini menjadikan populasi satwa primata dapat terancam. Terlebih bila faktor habitat dan makanan tidak menunjang kehidupannya,” tutur dia.  
 
Roro menjelaskan peran satwa primata dalam menjaga fungsi ekologi secara keseluruhan sangat penting. Satwa primata dapat bertindak sebagai polinator untuk membantu penyerbukan tumbuhan tertentu.
 
Primata juga berperan sebagai penyebar biji atau disebut ‘petani hutan’. Primata juga bertindak sebagai spesies mangsa dalam ekosistem serta agen penular penyakit.
 
“Hal-hal ini perlu diwaspadai dan perlu terus dikaji sehingga kita bisa paham peran satwa primata bagi keutuhan ekosistem kita,” papar dia.
 
Roro menyebut seiring dengan meningkatnya intensifikasi produksi pertanian, satwa primata juga mendapat ancaman bagi kelangsungan hidupnya. Di sini peran manusia diandalkan dalam kelestarian satwa primata.
 
Fakta di lapangan menunjukkan deforestasi, kebakaran hutan, dan konversi lahan membawa nasib buruk bagi populasi satwa primata. Satwa primata akan sulit tumbuh dan sekedar bertahan hidup tanpa habitat alami.
 
“Tingginya tekanan ini dapat menyebabkan kehilangan spesies satwa primata terutama di sekitar zona kontak. Belum lagi adanya perdagangan dan perjualbelian ilegal satwa primata kian menambah ancaman tersebut,” tutur dia.
 
Roro mengatakan masyarakat dapat berkontribusi dalam aksi konservasi untuk menyelamatkan satwa primata. Peluang konservasi ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keahlian di bidang biologi.
 
Konservasi satwa primata melibatkan berbagai aspek dan bidang sehingga berbagai pakar dengan keahliannya juga dibutuhkan.  Edukasi kepada generasi muda juga penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya upaya konservasi.  
 
“Tentunya didukung dengan berbagai riset yang dapat membantu program konservasi. Sehingga kolaborasi juga harus dilakukan untuk memudahkan upaya konservasi ini,” tutur dia.
 
Serial kajian primata ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa primata demi menyelamatkan manusia dan bumi.
 
Baca: Mengulik Sejarah Manusia Purba: Benarkah Berasal dari Kera?
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif