Pelatihan kompetensi teknis pengembang kurikulum. Foto: BKHM
Pelatihan kompetensi teknis pengembang kurikulum. Foto: BKHM

Kemendikbudristek Gelar Pelatihan Teknis Pengembang Kurikulum

Citra Larasati • 14 September 2022 23:27
Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) menyelenggarakan pelatihan kompetensi teknis pengembangan kurikulum.  Pelatihan ini dalam rangka melaksanakan fungsi koordinasi dan fasilitasi di bidang kurikulum dan pengembangan pembelajaran.
 
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menyampaikan, tujuan perubahan kurikulum adalah sebagai perbaikan praktik pembelajaran yang dirasakan oleh peserta didik di satuan pendidikan.  Salah satu perubahan yang dilakukan Kemendikbudristek adalah Kurikulum Merdeka.
 
"Tujuan utamanya adalah agar para guru dan pendidik di satuan pendidikan dapat memberikan layanan pendidikan yang baik pada anak-anak.  Akhirnya akan menjadi faktor penentu bagi pembelajaran, bagi tumbuh kembang anak-anak apakah mereka terfasilitasi perkembangan karakter dan kompetensinya itu sangat tergantung dari apa yang mereka rasakan, mereka alami sehari-hari di ruang kelas pada satuan pendidikan,” ujar Anindito yang akrab disapa Nino ini, dalam siaran pers, Rabu, 14 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nino mengatakan, peran kurikulum adalah sebagai peta jalan dan panduan yang digunakan pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Dalam Kebijakan Merdeka Belajar, Kemendikbudristek mengembalikan konsep kurikulum dan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pendidik dalam koridor yang diatur oleh Undang-Undang Sisdiknas. 
 
Pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek, kata Nino, berperan membuat kerangka kurikulum nasional, kerangka dasarnya dan strukturnya. Sedangkan kurikulum operasional yang digunakan satuan pendidikan merupakan tanggung jawab pendidik bersama satuan pendidikan. 
 
Karena itu Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, dan norma-norma pengaturannya dibatasi sebagai kerangka dasar saja, karena tidak mungkin membuat satu kurikulum operasional yang bisa diterapkan dan cocok di semua satuan pendidikan dan semua daerah di Indonesia.
 
"Yang bisa dan perlu kita lakukan adalah membuat kerangka yang cukup fleksibel sehingga setiap sekolah dapat mengembangkan kurikulum operasional yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan belajar mereka sendiri,” imbuh Nino.
 
Implikasi dari pendekatan itu, lanjut Nino, Kemendikbudristek memiliki kebutuhan besar akan pengembang kurikulum yang kompeten dan mumpuni di tingkat pusat, tingkat daerah maupun di tingkat satuan pendidikan. Khusus pengembang kurikulum di tingkat daerah, ada bagian dari kerangka kurikulum yang menjadi kewenangan daerah terkait dengan muatan lokal.
 
“Kami berharap pemerintah daerah mengembangkan tenaga pengembang kurikulum  muatan lokal sejalan dengan pendekatan yang kita terapkan di Kemendikbudristek,” tutur Nino.
 
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puskurjar Kemendikbudristek, Zulfikri menyampaikan akan membuat media komunikasi yang di dalamnya berisi jurnal-jurnal tentang pengembangan kurikulum. “Ini bisa jadi media komunikasi bagi kita. Jadi segala ide dan pemikiran terkait pengembangan kurikulum yang tumbuh di masing-masing daerah bisa dikomunikasikan di sini,” imbuh Zulfikri. 
 
Pembekalan dan pelatihan yang diberikan kepada TPK diharapkan dapat menyiapkan kurikulum pembelajaran yang adaptif dengan perkembangan zaman, sehingga anak-anak siap menghadapi masalah di masa depan. “Semoga pelatihan ini menjadi titik awal kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan kurikulum ke depan,” harap Zulfikri. 
 
Pelatihan Kompetensi Teknis Pengembangan Kurikulum dilakukan selama empat hari, mulai tanggal 13-16 September 2022. Peserta yang terlibat adalah pejabat fungsional pengembang kurikulum Puskurjar Kemendikbudristek dan ketua TPK dari 34 provinsi di Indonesia.
 
Pelatihan dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.  Materi pelatihan diberikan melalui ceramah dan diskusi, dengan tujuh tema yaitu kebijakan kurikulum, visi kurikulum (landasan, filosofi, model kurikulum), komponen kurikulum (pengembangan terkait tujuan, isi/materi, pengalaman belajar, dan penilaian), implementasi kurikulum, evaluasi kurikulum, isu-isu dan inovasi kurikulum; dan pemetaan kompetensi awal dan akhir.
Baca juga:  Kurikulum Merdeka Lahir Dari Hasil Evaluasi Pendidikan 20 Tahun Terakhir


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif