Lomba mewarnai anak di penutupan Archworks X UPJ.
Lomba mewarnai anak di penutupan Archworks X UPJ.

Keseruan Archworks X 2026 UPJ: Hadirkan Konsep Interaktif hingga Dekatkan Arsitektur ke Publik

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Mei 2026 23:54
Ringkasnya gini..
  • UPJ menggelar Archworks X 2026.
  • Penutupan Archworks X 2026 hadrikan pendekatan yang lebih inklusif dan interaktif.
  • Archworks X juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek dan berbagai komunitas,
Jakarta: Penutupan Archworks X Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berlangsung tak biasa dengan pendekatan yang lebih inklusif dan interaktif. Tidak sekadar seremoni, hari terakhir diisi beragam aktivitas yang melibatkan langsung mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum mulai dari bazar UMKM, diskusi arsitektur, hingga kegiatan santai seperti memancing dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
 
Sejak pagi, kawasan kampus di Bintaro dipadati pengunjung. Anak-anak mengikuti lomba, mahasiswa berdiskusi, sementara warga menikmati suasana santai di berbagai titik kegiatan. Interaksi lintas kelompok ini mempertegas semangat Archworks X untuk menghadirkan arsitektur lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
 
Archworks merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur dan PPArs UPJ sebagai wadah eksplorasi, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam bidang arsitektur dan lingkungan binaan. Memasuki edisi ke-10, Archworks X mengusung tema Designing Presence: Space, Memory, and Belonging.

Selama hampir satu bulan sejak 6 April 2026, rangkaian acara digelar mulai dari symposium, workshop, kompetisi desain, hingga pameran karya dan festival interaktif. Pesertanya pun beragam, dari mahasiswa dan akademisi hingga praktisi dan masyarakat umum.
 
Di hari penutupan, pendekatan dibuat lebih dekat dengan publik. Kegiatan seperti lomba mewarnai anak usia dini, memancing, dan sesi diskusi terbuka TERAS (Temu Relasi Arsitektur) dirancang agar arsitektur terasa lebih membumi.
 
“Arsitektur tidak hanya soal bangunan, tapi juga bagaimana ruang bisa dirasakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ketua Pelaksana Archworks X, Agnes Claudia.
 
Pembina himpunan, Ar. Lutfi Aulia Makarim, menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang dialog yang lebih luas. “Kami ingin masyarakat juga bisa memahami arsitektur sebagai bagian dari kehidupan mereka,” katanya.
 
Berbagai area kampus dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan, mulai dari Aula Gedung B hingga Plaza Riverside. Penataan ini sekaligus menunjukkan bagaimana ruang dapat digunakan secara fleksibel dan hidup.
 
Tak hanya itu, Archworks X juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jabodetabek dan berbagai komunitas, memperkaya perspektif dalam setiap kegiatan. Digelar di kawasan Bintaro yang berkembang pesat, acara ini memperlihatkan bagaimana kampus dapat terhubung dengan dinamika kota dari ruang publik hingga kolaborasi lintas bidang.
 
Sebagai bagian dari perayaan 15 tahun UPJ, Archworks X menjadi upaya menghadirkan kampus sebagai ruang terbuka yang lebih inklusif. Lewat konsep ini, arsitektur tidak hanya dipelajari, tetapi juga dialami langsung oleh masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA