Perlu keterampilan dan pengalaman yang banyak agar usaha budidaya hingga penjualan ikan arwana berjalan sesuai dengan harapan. Direktur PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia, Sri Yadi mengelompokkan beberapa tahapan bisnis atau usaha ikan arwana.
Tahapan-tahapan tersebut adalah pertama Jual beli ikan arwana (Arwana Proshop). Kedua, pembesaran ikan arwana. Ketiga, penangkaran/budidaya ikan arwana
“Tentu saja di ketiga tahapan ini tidak harus urut. Ada orang yang hanya melakukan jual beli saja. Ketiga tahapan ini ada beberapa keuntungan dan kerugiannya masing-masing, tapi tidak dijadikan sebagai perbandingan,” kata Yadi, dalam webinar ‘Arwana Talk’ yang digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair) dan Badan Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH), dikutip dari laman Unair, Jumat, 13 Agustus 2021.
Menurut Yadi, pada jual beli ikan arwana selalu bergantung pada suplai ikan dalam jumlah banyak. Ketika tidak ada pemasok ikan, maka bisnis tersebut tidak akan berjalan. Jual beli ikan arwana juga memiliki kompetitor yang banyak.
Bisnis ini juga sangat berisiko, seperti angka kematian ikan yang tinggi. Kegiatan dengan hanya menjual dan beli ikan arwana merupakan investasi kecil, maka usaha tersebut dapat keluar masuk pasar dengan mudah. Tingkat kerugian juga tidak terlalu besar, karena hanya menjual beberapa ekor ikan arwana.
Pembesaran Ikan Arwana
Usaha pembesaran ikan arwana dinilai cukup stabil dan aman untuk dilakukan. Ketergantungan akan suplai ikan juga sedang dan lebih sedikit kompetitor yang sama-sama membesarkan ikan arwana. Kemudian, persentase kematian ikan juga cukup jarang, karena dalam usaha ini pengusaha juga melakukan perawatan pada ikan arwana.
Baca juga: Hasil Penelitian UNAIR Terkait Manajemen Covid-19 pada Pasien ARDS
https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/dN64aWrk-hasil-penelitian-unair-terkait-manajemen-covid-19-pada-pasien-ards
“Ikan begitu kita rawat dan beri makan, otomatis menjadi besar. Semakin besar harganya akan semakin tinggi, sehingga risiko akan semakin sedikit. Namun modalnya juga harus bertahan,” katanya.
Margin yang diperoleh dari usaha pembesaran ikan arwana juga terbilang cukup. Sehingga bila terjadi kematian pada ikan (kerugian), keuntungan dari penjualan ikan yang sudah dibesarkan sudah lebih dari cukup untuk menutupinya.
Budidaya Ikan Arwana
Yadi menjelaskan, bahwa model usaha dengan menangkar (budidaya) ikan arwana sering berisiko tidak memijah. Meskipun demikian, usaha model tersebut memiliki kompetitor yang sangat sedikit.
Selain itu risiko kematian ikan juga sangat rendah, sehingga hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pengusaha. “Penangkaran inilah yang paling menguntungkan, dalam sekali budidaya dan kemudian dijual sudah dapat balik modal setahun,” ujarnya.
Yadi menambahkan, terkhusus ikan arwana sangat sulit sekali dilakukan penjualan secara online. Namun bila berkata untuk riset, permintaanya masih sangat tinggi dengan harga yang stabil. Permintaan yang sangat tinggi tersebut juga disebabkan pemasok untuk riset yang masih belum banyak.
“Jarang yang bisa sampai sepuluh kali (hasil budidaya), misalnya punya induk seribu menghasilkan 10 ribu dalam setahun sangatlah jarang. Sebab memang ini sangatlah individual sekali,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News