Prof Man merupakan Guru Besar bidang Hukum Dagang dan Perusahaan. Lahir di Ciamis, 10 Oktober 1942, almarhum sudah menjadi pengajar FH Unpad sejak 1967.
Prof Man menyelesaikan studi Sarjana di FH Unpad pada 1969. Kemudian, dilanjutkan pada program Magister di Universitas Gadjah Mada pada 1985 dan berhasil meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik. Selanjutnya, almarhum menyelesaikan studi Doktor di UGM pada 1993.
Prof. Man Suparman tidak pernah berhenti mengembangkan jenis asuransi yang berbasis sosial di Indonesia, seperti asuransi sosial kesehatan dan asuransi sosial pendidikan.
Impian tersebut lahir atas dasar kenyataan bahwa biaya kesehatan dan pendidikan di Indonesia sangat menyulitkan serta memberatkan bagi masyarakat banyak terutama bagi kelompok yang berpenghasilan rendah.
Baca: Guru Besar Kedokteran Unpad Suwandi Sugandi Meninggal Dunia
Hal itu disampaikan Prof. Man Suparman dalam pidato purnabaktinya berjudul "Harapan Baru Masyarakat Indonesia Melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS)".
Prof. Man optimistis bahwa dua jenis asuransi yang terus diupayakan olehnya akan terwujud. Ia pun mengimbau kepada semua ahli hukum yang konsen di bidang hukum dagang, untuk terus mengembangkan jenis-jenis asuransi berbasis sosial, misalnya asuransi pengangguran.
Selama mengabdi di Unpad, almarhum pernah menduduki sejumlah jabatan struktural, yaitu: Pembantu Dekan I FH Unpad 1995-2001, Dekan FH Unpad 2001-2005, hingga Sekretaris Komisi I Senat Unpad.
Almarhum Prof. Man Suparman Sastrawidjaja mendapat penghormatan terakhir dari keluarga besar Unpad beserta kerabat pada upacara pelepasan yang digelar di Masjid Al-Jihad Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, kemarin. Almarhum dilepas secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti.
Rektor mengatakan, apa yang sudah diberikan Prof. Man untuk Unpad harus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerusnya. "Prof. Man sudah banyak menghasilkan banyak legacy bagi pengembangan FH Unpad. Ini harus terus dijaga dan dilanjutkan," kata Rina mengutip siaran pers Unpad, Senin, 25 Oktober 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News