Ilustrasi.  Foto:  Medcom.id/M. Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M. Rizal

Dua Jurnal PTKI Masuk Tiga Besar Terbaik Asia

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Ilham Pratama Putra • 25 Februari 2020 19:29
Jakarta:  Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) semakin menunjukkan taringnya. Terbaru, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) yang dikelola Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, didaulat sebagai jurnal terbaik ke-2 se-Asia.
 
Tak hanya itu, jurnal Studia Islamika yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta juga meraih peringkat ke tiga.  Peringkat jurnal ilmiah se-Asia ini dirilis oleh Scimagojr.com (SJR) yang menghimpun jurnal berdasarkan database Scopus.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengapresiasi capaian dan perkembangan jurnal kedua PTKI itu. Bahkan ke depan menurut Kamaruddin, PTKI digadang-gadang mampu menjadi world class university.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kebijakan agar PTKI menjadi world class university perlu dilakukan, dan itu ditandai dengan peraihan prestasi publikasi ilmiah tingkat dunia seperti yang diraih kedua jurnal ini," kata Kamaruddin dalam siaran pers, Selasa 25 Februari 2020.
 
Kedua jurnal PTKI ini hanya kalah dari Japanese Journal of Religious Studies yang menempati posisi pertama. Kamaruddin menyebut, pihaknya bakal mendorong seluruh sivitas akademika PTKI agar terus berkreasi dan berinovasi untuk mengaktualisasikan potensi dan meraih prestasi di tingkat global.
 
Rektor IAIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy mengatakan, kampusnya bahkan pernah menyabet peringkat The Best Quartile 1 (Q1) di Scimago Journal Rank (SJR) untuk bidang religious studies. Kini jurnal IJIMS-nya menempati jurnal terbaik peringkat kedua se-Asia versi SJR dengan skor journal’s impact 0.161.
 
“Ini bukti keseriusan dan konsistensi IJIMS untuk menjadi jurnal garda depan pada skala internasional yang sekaligus sebagai academic tower bagi pencapaian IAIN Salatiga untuk menyongsong transformasi menjadi UIN Salatiga,” kata Zakiyudin.
 
Terpisah, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis mengatakan, bahwa UIN Jakarta memang selalu konsisten dalam penerbitan jurnal. Sebab dia ingin UIN, menjadi kiblat kajian Islam Indonesia tingkat dunia.
 
“Studia Islamika merupakan jurnal pertama di lingkungan PTKI yang bertaraf dunia yang menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan itikad tersebut,” ungkap rektor perempuan pertama di UIN Jakarta itu.
 
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim mengapresiasi dan berbangga hati atas capaian ini. Baginya, jurnal merupakan indikator kualitas PTKI.
 
"Karena, ia tidak hanya sekadar wahana mempublikasikan artikel semata, tetapi di dalamnya menyimpan kemampuan dalam berkolaborasi, konsistensi, dan berdiskusi tentang wacana keilmuan dan persoalan akademik pada PTKI itu sendiri,” ungkap Arskal.
 
Dalam catatan Subdit Penelitian dan Pengabdian Kemenag, pencapaian prestasi jurnal dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Prestasi itu tidak hanya di tingkat nasional, tapi telah mencapai tingkat internasional.
 
Jurnal-jurnal berbasis sosial humaniora yang terakreditasi kini didominasi terbitan PTKI. Lompatannya dinilai signifikan.
 
Di akhir tahun 2017, terdapat 68 jurnal yang terakreditasi. Setahun kemudian naik hingga meraih 305 jurnal yang terakreditasi.  Di akhir tahun 2019 kembali melambung hingga lebih dari 151 persen. Yakni berjumlah 768 jurnal yang terakreditasi.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif