“Sesuai dengan surat undangan yang dikirimkan ke Rektor No.002.1/BEM KM UNNES/II/2020 tertanggal 17 Februari 2020 belum bisa dilakukan karena tema, aturan-aturan, hal-hal teknis belum disepakati bersama,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes, Abdurrahman, dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Februari 2020.
Abdurrahman mengatakan, jika debat akademik maka seharusnya dirancang dulu dengan matang dari kedua belah pihak yang akan berdebat. Tema disepakati bersama dan tidak menyudutkan salah satu pihak.
Aturan-aturan debat disusun dan disepakati bersama. Juga ketentuan bagi pengunjung atau penonton juga disepakati kedua belah pihak.
“Debat akademik seharusnya temanya dirancang berbasis keilmuan atau ilmiah. Karena kedua belah pihak dari Fakultas Bahasa dan Seni debat dapat dirancang dari perspektif linguistik. Kalau masalahnya yang diangkat terkait politik, hukum, pendidikan atau yang lain maka perlu melibatkan orang-orang yang berkompeten dibidangnya dari kedua belah pihak,” ungkap Abdurrahman.
Seperti diketahui, Sucipto Hadi Purnomo adalah dosen yang diberhentikan sementara oleh rektor Unnes. Hal itu atas dugaan unggahan Sucipto di media sosial yang diduga menghina simbol negara.
Atas pembebastugasan sementara dirinya, Sucipto juga sudah melayangkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Terkait pembebastugasan sementara, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unnes, Martono menyampaikan, pembebastugasan dosen tidak perlu didebatkan karena masih proses pemeriksaan.
“Ajakan debat terbuka oleh seseorang terkait pembebastugasannya tidak substantif. Apa yang harus diperdebatkan dalam ruang tersebut? Keputusan pembebastugasan dosen sementara adalah sudah sesuai kaidah akademik,” kata Martono.
Terpisah, salah satu panitia penyelenggara, Hanif, mengatakan debat yang direncanakan akan dilangsungkan Kamis malam, 20 Februari, tetap dilaksanakan sesuai rencana. Semula direncanakan di gedung Graha Cendekia Fakultas Teknis dialihkan ke gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Unnes lantai II.
“Kegiatan berjalan seperti rencana. Untuk tempat dialihkan karena gedung digunakan kegiatan yang lain. Harapan kami semuanya (Sucipto dan Fathur, red) bisa hadir,” ujar Hanif saat dihubungi Medcom.id.
Dihubungi melalui sambungan seluler, Sucipto menyatakan akan tetap hadir dalam debat yang dilaksanakan BEMKM. Kepastian hadir juga sudah dia sampaikan kepada panitia penyelenggara.
“Saya tetap datang, tidak ada penundaan dari panitia. Panitia tetap minta saya hadir dan saya menyanggupi hadir. Tapi kelihatannya tempatnya dipindah,” kata Sucipto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News