Wali Kota Malang, Sutiaji.  Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Wali Kota Malang, Sutiaji. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Rektor dan Tokoh Masyarakat se-Malang akan Duduk Bersama

Pendidikan Kerusuhan Manokwari
Daviq Umar Al Faruq • 19 Agustus 2019 17:33
Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana mengundang seluruh rektor perguruan tinggi di Kota Malang dalam waktu dekat. Agenda ini dilakukan pasca terjadinya bentrok antara warga dan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis, 15 Agustus 2019 lalu.
 
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan selain rektor, pihaknya juga bakal mengundang seluruh tokoh masyarakat untuk duduk bersama-sama. Dalam kegiatan ini nantinya bakal disepakati sebuah pakta integritas.
 
"Seluruh elemen di Kota Malang, baik mahasiswa dan sebagainya harus membuat pakta integritas bahwa kita ini harus menjaga ketertiban NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan dibingkai dalam kebinekaan. Ini yang mau kami lakukan," katanya, Senin 19 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan mengajak semua stakeholder yang ada disini. Kami menunjuk Bankesbangpol untuk duduk bersama dan menghadirkan seluruh perguruan tinggi yang ada di Kota Malang. Termasuk di-breakdown di RT/RW untuk menjaga ketertiban dan keamanan," imbuhnya.
 
Sutiaji menambahkan dalam pertemuan tersebut bakal disampaikan bahwa masyarakat tidak boleh bertindak sendiri-sendiri, dalam menyikapi sebuah permasalahan. Sebab, menurutnya, segala permasalahan perlu dicarikan solusinya dengan berbagai tahapan yang ada.
 
"Pakta integritas ini bukan hanya untuk mahasiswa Papua saja tetapi semuanya, mahasiswa yang ada di Kota Malang. Karena Malang adalah Bhumi Arema (wajah Indonesia), maka kita ketertiban dan kebinekaan harus kita jaga," ungkapnya.
 
Baca:Malang Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Jatim-Papua
 
"Anak-anak Papua disini juga memiliki kontribusi yang tidak sedikit, bagaimana bisa mengangkat Kota Malang. Jadi jangan kita semua mengatakan orang Papua itu tidak baik," tambahnya.
 
Wali Kota Malang, Sutiaji menampik adanya isu bahwa terdapat konflik sosial antara warganya dengan masyarakat Papua. Selama ini, yang terjadi di Kota Malang hanya intrik-intrik kecil saja.
 
"Tidak ada konflik sosial, hanya kadang mungkin ada intrik kecil. Kadang-kadang budaya dari teman-teman Papua yang pernah terjadi, ada beda pemahaman. Tapi ini masih kewajaran biasa dan bisa diselesaikan, duduk bersama-sama. Saudara-saudara di Papua juga menyadari tentang kearifan itu," katanya.
 
Sutiaji menyebutkan Papua juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia, termasuk masyarakatnya. Sehingga dia pun tak ingin konflik yang terjadi antara Malang dan Papua menjadi berkepanjangan.
 
"Warga Malang juga ada yang di Papua. Jangan sampai kita menolak Papua, nanti orang Papua bisa menolak orang Malang atau orang nonpapua. Bisa-bisa nilai kebangsaan dan kebinekaan kita akan hancur kalau demikian," bebernya.
 
Pria berkacamata ini menegaskan, tidak ada kebijakan yang melarang orang untuk berada di Kota Malang, baik untuk berinvestasi, bekerja, mencari ilmu dan lain-lain.
 
"Karena Malang menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari Indonesia dan siapapun boleh berada di sini. Utamanya saudara-saudara kita dari Papua itu kan juga warga kita sendiri harus kita perlakukan sesuai dengan apa yang seharusnya. Mereka disini harus kita naungi dan lindungi bersama-sama," terangnya.
 
Sebelumnya diberitakan, Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin 19 Agustus 2019. Insiden ini bermula saat massa bergerak ke pusat kota dan memblokade sejumlah titik sejak pukul 08.00 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Pengunjuk rasa awalnya sepakat melakukan aksi damai.
 
Namun jelang siang, sejumlah titik di Kota Manokwari justru diblokade dengan pembakaran ban bekas. Emosi massa tersulut akibat provokasi yang dilakukan oknum via media sosial. Konten berisi dugaan penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, menjadi pemicunya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif