Seorang guru tengah mengajar murid di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Seorang guru tengah mengajar murid di muka kelas, MI/Gino Hadi.

Garut Kekurangan 3.850 Guru SD dan SMP

Pendidikan Kebutuhan Guru
Antara • 13 September 2019 19:31
Garut: Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan, saat ini sekolah-sekolah di kabupatennya membutuhkan ribuan guru berstatus Aparatur Sipil Negara ASN). Kebutuhan guru terbesar berada di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh kecamatan.
 
Kebutuhan guru terutama terjadi di wilayah Selatan Garut yang selama ini diisi oleh banyak guru honorer. "Kekurangan guru PNS di Garut ini mencapai 3.800 untuk guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong di Garut, Jumat 13 September 2019.
 
Ia menambahkan, sekolah tingkat SD dan SMP selama ini banyak diisi oleh guru yang berstatus honorer. Sedangkan status ASN hanya beberapa orang dalam setiap sekolahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan, jumlah kekurangan untuk tingkat SD mencapai dua ribuan guru, sedangkan tingkat guru SMP negeri sekitar 1.800-an guru. "Jumlah itu untuk memenuhi kategori ideal
formasi guru di semua sekolah SD dan SMP di Garut," ujarnya.
 
Upaya mengatasi kekurangan itu, kata Totong, pihaknya sudah mengajukan adanya penerimaan ASN untuk formasi tenaga pendidikan tingkat SD dan SMP ke pemerintah pusat. Ia berharap, pemerintah pusat segera membuka penerimaan ASN guru sebanyak-banyaknya, sehingga kebutuhan guru ASN untuk SD dan SMP di Garut dapat terpenuhi secara ideal.
 
"Kita sudah ajukan soal kekurangan formasi guru ini, mudah-mudahan segera dibuka untuk
pemerataan guru PNS," lanjutnya.
 
Ia menambahkan, selama ini kebutuhan guru untuk sekolah cukup dibantu oleh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Sekarang sedikit terbantu dengan P3K, mereka sudah ditempatkan," tutupnya.
 
Sebelumnya, Dunia pendidikan di Indonesia kesulitan mencapai delapan standar pendidikan, salah satunya disebabkan belum idealnya jumlah guru di sekolah-sekolah. Secara nasional, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mencatat, Indonesia mengalami kekurangan 1,1 juta guru.
 
Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI) H Ali Rahim menyebutkan, kekurangan jumlah 1,1 juta guru itu merupakan data terbaru versi PGRI, per Agustus 2019. Sementara jika menggunakan data Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kekurangan guru tercatat sekitar 870 orang per 31 Desember 2018.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif