Sejumlah siswa korban bencana gempa dan likuefaksi duduk di lantai saat mengerjakan. Foto: ANT/Mohamad Hamzah
Sejumlah siswa korban bencana gempa dan likuefaksi duduk di lantai saat mengerjakan. Foto: ANT/Mohamad Hamzah

USBN 100 Persen Dikembalikan ke Sekolah

Pendidikan Kebijakan pendidikan USBN
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Desember 2019 13:25
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memastikan penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dikembalikan sepenuhnya kepada sekolah. Tak ada lagi titipan soal jangkar, bahkan sekolah diberi kebebasan menentukan bentuk penilaian untuk kelulusan siswa.
 
"Untuk 2020 USBN itu akan diganti, dikembalikan kepada esensi undang-undang Sisdiknas Sistem Pendidikan Nasional), kepada semua sekolah untuk menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri," kata Nadiem ketika menyampaikan Empat Kebijakan Pendidikan "Merdeka Belajar", di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Meski begitu, sekolah tidak dipaksa untuk menerapkannya, bagi sekolah yang belum siap masih bisa menggunakan format yang ada sekarang. Tapi, Nadiem mendorong bagi sekolah yang ingin melakukan perubahan sudah bisa dimulai di tahun 2020, yakni penerapan penilaian secara holistik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga bisa lah ini menimbulkan dan menciptakan kesempatan bagi sekolah-sekolah melakukan penilaian di luar hal yang cuma pilihan ganda seperti esai portofolio dan penugasan penugasan lain seperti tugas kelompok, karya tulis dan lain-lain," ujarnya.
 
Mantan Bos Gojek mendorong agar guru-guru penggerak, kepala sekolah penggerak untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. "Namun ini juga bukan pemaksaan bagi sekolah dan guru-guru yang belum siap masih ingin mengikuti format yang sebelumnya, silakan," kata Nadiem.
 
Dengan dikembalikannya USBN ke sekolah 100 persen, maka Kemendikbud tidak lagi akan menyisipkan soal soal jangkar (anchor) sebesar 25 persen dari total butir soal seperti yang selama ini dilakukan. "Kami tidak menyediakan (soal) jangkar lagi. Jadi silakan. Maksud Pak Menteri nggak pakai jangkar, anchor 25 persen kami tidak menyediakan lagi. Formatnya, seperti biasa silakan, kan kita ingin mendorong variasi," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Supriyatno.
 
Totok juga menyebut, nantinya sekolah akan mendapatkan advokasi dari Kemendikbud. Sehingga sekolah mempunyai contoh model ataupun inspirasi format maupun soal asesmen. "Sudah kita siapkan. Supaya sekolah mempunyai contoh, model inspirasi soal, item tes yang baik. Asesmen seperti apa yang baik. Kita juga ingin gulirkan mereka punya forum diskusi membuat soal yang baik," jelasnya.
 
Sebelumnya,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Empat kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),
 
Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis Zonasi.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif