Menristekditi, Mohamad Nasir saat mengunjungi salah satu booth perguruan tinggi di World Post Graduate Expo. Foto: Humas Kemenristekdikti/Adnan
Menristekditi, Mohamad Nasir saat mengunjungi salah satu booth perguruan tinggi di World Post Graduate Expo. Foto: Humas Kemenristekdikti/Adnan

Beda Program Studi, Beda Standar IELTS

Pendidikan Persiapan Beasiswa
Intan Yunelia • 14 Mei 2018 18:40
Jakarta: Membidik beasiswa untuk mempermudah pembiayaan kuliah di luar negeri terkadang membutuhkan strategi jitu. Salah satunya, mempersiapkan kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris yang banyak disyaratkan dalam berbagai program beasiswa.
 
Namun cakap berbahasa Inggris saja belum tentu cukup, karena hampir semua perguruan tinggi asing menerapkan persyaratanInternational English Language Testing System (IELTS) sebagai standardisasi kemampuan Bahasa Inggris di berbagai universitas di dunia.
 
Pada dasarnya, tidak ada standarisasi nilai IELTS di masing-masing negara. Standardisasi nilai biasanya diserahkan kepada kebijakan masing-masing universitas. Kebijakan inilah yang membuat adanya perbedaan standar IELTS yang di butuhkan untuk menembus masing-masing program studi di perguruan tinggi luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebetulnya perbedaannya sejauh mana mereka menggunakan Bahasa Inggris itu ada dalam subyek (program studi) itu," kata Lilies Agustine, Development Manager University of Technology Sydney Indonesia kepada Medcom.id.
 
Di University of Technology Sydney misalnya, untuk jurusan-jurusan keilmuan eksakta yang lebih banyak praktik seperti jurusan teknik, tidak menuntut standarisasi IELTS yang terlalu tinggi. Berbeda dengan jurusan seperti pendidikan dibutuhkan setidaknya skor IELTS 7.
 
"Kalau teknik lebih praktik dan kebutuhan menggunakan Bahasa Inggris tidak sebanyak dengan menggunakan jika yang di education. Karena di education ada writing-nya," jelas Lilies.
 
Bahkan untuk jurusan-jurusan yang membutuhkan kecakapan menulis dan komunikasi verbal, standarisasi IELTS lebih tinggi lagi. Seperti jurusan jurnalistik dan hukum, mensyaratkan standarisasi skor IELTS 8,5.
 
Mengapa IELTS menjadi syarat penting bagi para peminat perguruan tinggi di luar negeri? Kata Lilies, IELTS dapat melihat kemamampuan Bahasa Inggris seseorang secara keseluruhan. Bukan saja kemampuan dari sisi akademis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
 
Demi mencapai nilai IELTS yang maksimal, seseorang perlu mengasah kemampuan skill writing, speaking, listening dan reading. Empat hal tadi perlu dilatih secara berulang-ulang.
 
"Tipsnya lebih pada praktik dari 4 skill itu, tapi akan sangat membantu juga jika dibantu dengan mengikuti kursus," pungkasnya.
 


 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif