Ilustrasi belajar. Medcom.
Ilustrasi belajar. Medcom.

Solusi Digital untuk Pendidikan: Laptop Merah Putih Dipamerkan di Hakteknas ke-27

Renatha Swasty • 11 Agustus 2022 09:24
Jakarta: Indonesia boleh berbangga sebab Laptop Merah Putih buatan dalam negeri telah menjadi solusi digital untuk pendidikan. Laptop Merah Putih telah didistribusikan ke berbagai kampus di pelosok Indonesia.
 
Laptop Merah Putih yang digarap konsorsium dengan beberapa kampus itu memiliki berbagai keunggulan. Dosen Teknik Elektro Institut Sepuluh Nopember (ITS) Ahmad Affani mengungkapkan salah satu keunggulan yaitu kapasitas internal mumpuni.
 
Produksi ini meningkatkan Tingkat Kemampuan Dalam Negeri (TKDN) sebagai proyek strategis yang didanai negara. Ahmad menuturkan mayoritas perguruan tinggi belum memiliki pengalaman menghitung TKDN dan proses elektronika.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perguruan tinggi baru terbiasa merealisasikan produksi dengan jumlah terbatas. Dia berharap ke depan Laptop Merah Putih dapat diproduksi massal.
 
“Jika ingin produk ini dapat berkompetisi dengan baik, maka harus bersedia memproduksi dengan jumlah jutaan,” ujar Ahmad saat memperkenalkan produk di Hakteknas ke-27 dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Ahmad mengungkapkan penelitian Laptop Merah Putih dimulai dari laptop dan tablet merah putih. Hal yang cukup penting untuk dipertimbangkan ialah spesifikasi laptop, subkomponen, desain, dan menyiapkan rancangan.
 
“Laptop ini juga mempertimbangkan produksi dan kita harus mengikuti alur industri bagaimana laptop ini dibuat. Ada sertifikasi untuk mobile service, Integrated Marketing Communication (IMC), dan sertifikasi TKDN,” papar Ahmad.
 
Ahmad menuturkan dalam konsorsium Laptop Merah Putih, ITS memilih membuat peralatan elektronik karena jumlah kebutuhan cukup banyak. Dia berharap  akan meningkatkan TKDN Laptop Merah Putih apabila ada pendanaan di kemudian hari.
 
Pembuatan Laptop Merah Putih juga turut menggandeng 10 peserta Magang dan Student Independent Bersertifikat (MSIB) dari lima kampus, yaitu ITS, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Telkom University.
 
Mahasiswa yang tergabung difasilitasi training dari industri agar memiliki pengalaman yang dapat berguna di kemudian hari. Ahmad juga berharap pembuatan laptop ini tidak hanya berhenti di satu penelitian saja, sehingga tercipta produk kolaboratif dengan industri hingga mendapat lisensi.
 
Ahmad menyebut Institut Teknologi Sepuluh Nopember sudah menunjukkan perguruan tinggi mampu menjalani proyek. Adapun terkait masalah programming juga sudah mampu karena pernah belajar kurang lebih satu tahun.
 
"Kegiatan ini sudah mendapatkan sertifikasi serta untuk mengembangkan proyek ini tergantung bagaimana mengkoordinasikannya dengan pemerintah, bisnis dan pendidikan agar cycle ini tetap berjalan,” papar Ahmad.
 
Baca juga: UGM Siap Fokus di Komponen Hardware Laptop Merah Putih
 

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif