Unpad buka jurusan Rekayasa Kosmetik. Foto: Unpad
Unpad buka jurusan Rekayasa Kosmetik. Foto: Unpad

Unpad Buka Prodi Rekayasa Kosmetik 2026, Cek Syarat dan Prospek Kerjanya

Citra Larasati • 21 Januari 2026 13:59
Jakarta: Universitas Padjadjaran (Unpad) akan membuka Program Studi Sarjana (S1) Rekayasa Kosmetik baru pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Program studi ini dirancang untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja profesional seiring dengan pesatnya perkembangan industri kosmetik di Indonesia.
 
Program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Farmasi Unpad ini telah memperoleh akreditasi pertama dari BAN-PT. Pada tahun pertama, daya tampung yang disediakan adalah untuk 80 mahasiswa, yang akan diseleksi melalui tiga jalur penerimaan: SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.
 
“Untuk menjawab kebutuhan industri saat ini, Unpad membuka program studi baru jenjang Sarjana (S1) yaitu Rekayasa Kosmetik. Dengan bekal pengalaman yang dimiliki oleh Fakultas Farmasi selama ini, kami yakin prodi ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, memberi dampak positif bagi industri kosmetika dan juga bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, dikutip dari laman Unpad, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Arief berbeda dengan program studi Farmasi yang lebih luas, Rekayasa Kosmetik secara spesifik akan berfokus pada penguasaan ilmu tentang komoditas kosmetik. Mahasiswa akan diajarkan proses pengembangan produk secara utuh, mulai dari formulasi sediaan, produksi, kontrol kualitas, regulasi, hingga aspek pemasaran, dengan tetap memiliki landasan ilmu kefarmasian yang kuat.
 
Sementara Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, memaparkan, kebutuhan tenaga profesional di bidang rekayasa kosmetik semakin meningkat seiring pertumbuhan industri kosmetik. Prodi Rekayasa Kosmetik di Fakultas Farmasi Unpad ini telah lolos akreditasi pertama BAN-PT. 
 
“Fakultas Farmasi Unpad memiliki Sumber Daya Manusia yang kompeten di bidang kosmetik, sarana dan prasarana yang memadai, serta laboratorium sebagai lahan penelitian mahasiswa,” ujar Auliya.
 
Kurikulum prodi ini disusun dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan industri. Fakultas Farmasi Unpad juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, seperti BPOM, Kementerian Kesehatan RI, dan PT Paragon, untuk memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
 
Diharapkan, lulusan program studi ini tidak hanya siap berkarir sebagai formulator atau regulator di industri kosmetik, tetapi juga memiliki bekal untuk menjadi entrepreneur di bidang tersebut, sekaligus berkontribusi pada pengembangan inovasi dan ekonomi nasional.
 
Baca juga:  UGM Teratas! 10 Kampus Indonesia Terbaik Jurusan Bisnis dan Ekonomi 2026


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan