NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Mahasiswa UGM: Empat Kali Kuliah Daring Habis 2GB

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Maret 2020 20:59
Jakarta: Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memaklumi kondisi terkini terkait perkembangan penyebaran virus korona yang membuat mereka harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kuliah daring. Meski memaklumi, perkuliahan daring ini diakui cukup menguras kuota internet dan kantong mahasiswa.
 
Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM Muthia Fahiratunnisa Amany mengungkapkan, terkurasnya kuota internet ini bukan tanpa sebab. Muthia yang juga merupakan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKKMK UGM ini juga menerima keluhan dari mahasiswa bahwa beragam aplikasi dan beragam server yang digunakan masing-masing dosen menjadi penyebabnya membengkaknya anggaran untuk kuota internet.
 
“Ini masukan dari teman-teman, jadi katakanlah untuk 3-4 kali (pertemuan) bisa menghabiskan hampir 2GB. Belum lagi jaringan kadang tidak stabil, sehingga penjelasan dari dosen terganggu dan kurang jelas," ungkap Muthia dikutip dari laman UGM, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan masukan yang ia terima, untuk mempermudah pembelajaran, dosen bisa mengunggah ulang video perkuliahan daring. Sehingga mahasiswa yang kurang paham bisa melihat ulang kembali videonya.
 
“Bagaimanapun kami mengapresiasi karena pihak universitas sudah bekerja sama dengan berbagai provider. Harapannya akan semakin banyak provider yang bekerja sama dan mencakup semua kebutuhan mahasiswa," terangnya.
 
Senada, Teresa Lalita Wiryarini, meski mengaku cukup maklum dengan kebijakan tersebut. Menurutnya dalam penilaiannya sesungguhnya pembelajaran semacam ini kurang efektif dibanding dengan tatap muka langsung dengan dosen.
 
“Karena tidak bisa bertemu dosen secara langsung, maka tidak mendapat penjelasan tentang materi secara lengkap, sementara beberapa dosen hanya memberikan penugasan tanpa memberikan materi kuliah," kata Lalita.
 
Meski begitu, Lalita merasa bersyukur masih mendapat materi belajar dibandingkan libur sama sekali. Ia mengaku kuliah online melalui sistem Gamel (Gadjah Mada Medical e-Learning), dan itupun masih sebatas mengunggah video kuliah, sedangkan dosen lain hanya memberikan penugasan tanpa menyertakan materi kuliah.
 
“Padahal, sebenarnya di awal diberitahukan bahwa akan menggunakan aplikasi Webex atau Zoom untuk kuliah online. Tetapi untuk saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai penggunaan Webex dan Zoom-nya," tuturnya.
 
Ia pun berharap situasi ini segera usai dan perkuliahan kembali normal. Sehingga bisa kembali ke kampus belajar dan bertemu teman-temannya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif