Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/M. Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/M. Rizal

Khilafah dan Jihad Diperkenalkan Sejak Kelas IV Madrasah

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Desember 2019 16:59
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Salah satu isinya adalah memasukan materi sejarah khilafah dan Jihad.
 
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kemenag A Umar mengatakan bahwa KMA 183 merupakan revisi atas KMA No 165 Tahun 2014. Revisi itu meliputi penataan semua materi dan performa sajian pembelajaran dengan mempertimbangkan semua aspek pendidikan siswa untuk mengantarkan anak bangsa agar siap hidup di abad 21.
 
Umar menjelaskan, materi khilafah diletakkan dalam berbagai karakteristik kepemimpinan dalam sejarah Islam. Sementara jihad dalam berbagai bentuk perjuangan umat Islam sejak zaman nabi dalam membangun peradaban bangsa sampai perkembangan Islam modern.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Materi sejarah khilafah dan jihad, akan diajarkan secara berjenjang sejak IV Madrasah Ibtidaiyah atau MI hingga Madrasah Aliyah atau MA," terang Umar di Jakarta, dalam siaran persnya, Senin, 16 Desember 2019.
 
Pembelajaran khilafah yang disajikan dalam perspektif sejarah ini, bertujuan untuk menjelaskan karakteristik dan pola kepemimpinan Rasullulah dan Khulafa’ur Rasyidin dalam membangun masyarakat Madinah yang diwarnai dengan nilai moderasi dalam menjaga keberagaman dan memperkuat civil society.
 
Sementara materi jihad yang penyajiannya mengambil sudut pandang perjuangan membangun peradaban. Dengan menggali makna dan menanamkan nilai-nilai perjuangan pada beberapa era
 
Mulai dari Rasulullah, sahabat, Walisongo hingga para ulama untuk membangun peradaban baru yang melahirkan khazanah keilmuan dan keislaman. "Baik konten khilafah maupun jihad, diajarkan pada jenjang tingkat dasar dan menengah, sesuai dengan tingkatan kompetensi dasarnya masing-masing," ujarnya.
 
Kasubdit Kurikulum Dit KSKK Madrasah Ahmad Hidayatullah mencontohkan, pada kelas IV ada dua Kompetensi Dasar (KD) terkait nilai jihad.
 
Kemudian kelas V Madrasah Ibtidaiyah, ada tujuh KD terkait karakteristik kepemimpinan atau pemerintahan dengan tiga KD nilai jihad, dan tiga KD nilai moderasi yang akan diajarkan. "Sedang pada kelas VI, masing-masing ada sembilan KD yang diajarkan baik untuk karakteristik kepemimpinan atau pemerintahan, jihad, maupun moderasi," ujarnya.
 
UntukKD yang diajarkan, jelas Ahmad, antara lain sikap dan kepemimpinan Nabi dalam membangun masyarakat Madinah, nilai-nilai perdamaian Islam dalam Fathu Makkah, berani membela kebenaran, serta menjaga kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
 
"Siswa juga akan dikenalkan dengan karakteristik kepemimpinan Rasul dan nilai-nilai moderasi," jelas Ahmad.
 
Selain tentang keteladanan Nabi, siswa juga dididik dengan kesalehan empat sahabat Nabi. tentang kejujuran Abu Bakar, amanahnya Umar,kedermawanan Utsman, dan kepedulian Ali. Untuk kelas VI siswa akan belajar nilai yang diusung wali songo, mulai dari karakter kepemimpinan, nilai jihad dan kejuangan, serta moderasi.
 
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), KD yang diajarkan ke siswa terkait kasih sayang, kegigihan dan kesabaran Nabi dalam berdakwah, serta kemandirian Nabi dalam ekonomi. Juga tentang semangat juang Khulafaur Rasyidin dalam membangun peradaban Islam, termasuk tentang kesederhanaan dan kewibawaan kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz.
 
"Siswa juga akan dikenalkan tentang sejarah Daulah Muawiyah dan Abasiyah hingga lahirnya ilmuwan muslim terkemuka seperti Ibn Sina, Ar Razi, Imam Ghazali, Al Khawarizmi, dan tokoh lainnya," terang Ahmad.
 
Untuk jenjang Madrasah Aliyah, nantinya Sejarah Kebudayaan Islam masuk dalam semua peminatan, baik IPA, IPS, Bahasa, Keagamaan, maupun kejuruan. Dengan KD yang diajarkan antara lain tentang Islam sebagai solusi kerusakan masyarakat Jahiliah, spirit hijrah, dan Piagam Madinah.
 
Tak ketinggalan tentang kepemimpinan dan keteladanan Khulafaur Rasyidin yang juga diajarkan ketika MTs. Selain itu, siswa juga akan belajar fase kemunduran dan munculnya gerakan pembaharuan Islam. "KD SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) di MA ditutup dengan bahasan tentang nilai-nilai jihad dan moderasi dalam gerakan dakwah yang santun dan toleran," tukasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif