Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SD. MI/Bary Fathahilah.
Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SD. MI/Bary Fathahilah.

Akses Anak Belajar Bahasa Asing Jangan Dibatasi

Pendidikan kurikulum 2013 Pendidikan Dasar
Intan Yunelia • 19 Juli 2019 19:02
Jakarta: Psikolog Universitas Tarumanagara, Roslina Verauli menghargai keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat yang tidak lagi memprioritaskan pelajaran Bahasa Inggris di jenjang Sekolah Dasar. Namun ia menyarankan, agar pembelajaran Bahasa Inggris tak sepenuhnya hilang dari kegiatan di sekolah.
 
“Jadi kalau ditiadakan Bahasa Inggris itu sayang sekali. Karena anak mampu kok menguasai bahasa Indonesia plus bahasa daerah plus bahasa asing sekaligus,” kata Roslina saat dihubungi Medcom.id, Jumat 19 Juli 2019.
 
Memasukkan unsur bahasa ibu atau bahasa daerah diakui Roslina bagus bagi anak untuk mempelajari akar budayanya sendiri. Namun kegiatan anak mempelajari bahasa asing sejak dini juga tidak boleh dibatasi, sebab hal itu berguna bekal anak menghadapi tuntutan dan perkembangan zaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita juga harus sadar saat ini kita sedang berada di era globalisasi dan digital yang artinya konten (informasi) di negara-negara manapun di detik yang sama kita bisa terima. Kita butuh menguasai satu atau dua bahasa,” terang Roslina.
 
Baca:SD Negeri di Depok Tak Lagi Wajib Pelajari Bahasa Inggris
 
Ia menuturkan, justru di usia dini merupakan waktu yang tepat untuk mulai memperkenalkan bermacam bahasa kepada anak-anak. Dengan begitu anak-anak menjadi familiar dengan bahasa tersebut.
 
“Bisa banyak (anak menguasai banyak bahasa). Jadi biarkan anak belajar banyak bahasa. It’s OK tapi sesuai kebutuhan ya,” terangnya.
 
Baca:Orang Tua di Depok Sesalkan Materi Bahasa Inggris SD Dihapus
 
Pelajaran Bahasa Inggris kini tidak lagi wajib diberikan kepada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Depok. Bahkan sejumlah SD Negeri di Depok kini mengganti muatan lokal (mulok) yang semula diisi Bahasa Ingris menjadi pelajaran Bahasa Sunda.
 
Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kota Depok Suhyana membenarkan penghapusan pelajaran Bahasa Inggris di jenjang SD di kota Depok. Menurut dia, kondisi itu didasari oleh siswa Sekolah Dasar yang memang difokuskan untuk menggunakan bahasa Ibu, atau Bahasa Indonesia sehingga tidak terlalu wajib mempelajari bahasa Inggris.
 
"Sesuai kurikulum 2013, tidak ada strukturnya mata pelajaran bahasa Inggris di situ," ucap Suhyana, di Depok, Jumat, 19 Juli 2019.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif