Seorang guru sedang mengajar di depan kelas, MI/Gino Hadi.
Seorang guru sedang mengajar di depan kelas, MI/Gino Hadi.

Mendikbud Tak Mau Mengajar Jadi Pekerjaan Sampingan

Pendidikan HGN 2018
Citra Larasati • 23 November 2018 17:11
Jakarta: Pemerintah akan melakukan sensus untuk menyisir keberadaan guru yang benar-benar layak menyandang status sebagai guru honorer. Sebab selama ini, tidak sedikit guru yang hanya menjadikan profesi guru honorer sebagai kerja sampingan.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, di sisi lain ada banyak guru honorer yang benar-benar mengabdikan waktunya untuk mengajar layaknya guru PNS. Selama satu minggu full berada di sekolah, dan memangku banyak jam pelajaran.
 
Guru honorer yang seperti itu, kata Muhadjir, lebih berhak untuk diprioritaskan dalam mendapat pengakuan dari sisi kepegawaian maupun kesejahteraan. "Ada yang hanya mengajar satu dua jam di sekolah, tapi pekerjaan utamanya berdagang, jadi guru hanya sampingan bagi dia. Tapi ketika minta diangkat PNS paling depan," sindir Muhadjir, di Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Disayangkan, 28 Ribu Mantan Guru Masih dapat Tunjangan
 
Untuk itu, menurut Muhadjir harus ada indikator tambahan untuk menyebut seseorang adalah guru honorer. Indikator tambahan tersebut tengah dibicarakan di internal Kemendikbud terutama di direktorat GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan).
 
"Yang jelas, kalau ada guru yang hanya mengajar satu mata pelajaran dalam seminggu, dan tidak pernah ada di sekolah terus-terusan, setelah mengajar langsung pergi, mengerjakan pekerjaan lain, maka dia bukan guru honorer," tegas Mendikbud.
 
Seperti diketahui, status Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan UU ASN dibagi menjadi dua jenis, yakni PNS dan PPPK. Bedanya, PPPK tidak dibatasi usia sedangkan PNS dibatasi maksimal 35 tahun.
 
"Sekarang guru honorer di atas 35 tahun, peluang diangkat sebagai PPPK besar, bahkan dua tahun sebelum mereka pensiun juga masih bisa," terang Muhadjir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif