Nahdlatul Ulama Dirikan Universitas di Bogor
Menristekdikti mendorong Unusia menghasilkan peneliti, yang dapat meningkatkan kontribusi sains dan teknologi di Indonesia.
?Bogor:  Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Parung, Bogor.  Perguruan tinggi swasta di bawah organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama ini, ditargetkan mengantongi akreditasi A dalam waktu 10 tahun.

Nasir mengatakan, Unusia diharapkan tidak hanya unggul dalam fasilitas gedung, jumlah dosen, dan mahasiswa, tapi juga melahirkan lulusan berdaya saing tinggi. "Kontribusinya dalam menghasilkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta teknologi bagi masyarakat," kata Nasir saat memberikan sambutan, di Peletakan Batu Pertama Unusia, Parung, Bogor, Selasa, 9 Oktober 2018.

Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro Semarang ini menyebutkan, Unusia harus menjadi benteng kekuatan moral bangsa. Selain itu, ampu memberikan warna, arah, dan realisasi pembangunan nasional indonesia.

"Dengan mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam dalam wajahnya yang ramah dan damai," ujar Nasir.

Nasir mendorong, Unusia meningkatkan perannya dalam menghasilkan pengetahuan baru yang berkelanjutan. Termasuk menghasilkan peneliti, yang dapat meningkatkan kontribusi sains dan teknologi di Indonesia.

"Serta harus mampu mendapatkan akreditasi A dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.  Agar dapat meningkatkan daya saing lulusan, institusi, dan daya saing bangsa Indonesia secara integratif," paparnya.

Baca: Dirjen SDID Raih Penghargaan Adi Karsa Madya

Dalam kesempatan itu juga Nasir mengharapkan, Unusia senantiasa mampu menjadi motor penggerak pelestarian ideologi pancasila. Sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa maupun pemersatu bangsa.

"Sebagaimana visi Unusia sebagai perguruan tinggi unggul berbasis keislaman, keilmuan, dan kebangsaan," jelasnya.

Unusia dituntut melakukan relevansi pendidikan secara terus menerus, agar sesuai dengan perkembangan zaman. Para lulusan juga harus memiliki kompetensi dan keterampilan yang tepat.

"Lulusan Unusia harus mampu menjadi SDM yang siap menghadapi berbagai perubahan zaman. Siap menghadapi revolusi industri 4.0, dan terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan bangsanya," papar Nasir.

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti Agus Indarjo, Staf Khusus Menteri Bidang Kerjasama antar Lembaga Jadibi Ritonga, Dewan Penasehat PBNU Mustasyar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, serta sivitas akademika dan tamu undangan lainnya.

(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id