Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Saran IDAI: Buka Tutup Sekolah dan Kembalikan Opsi PTM ke Orang Tua

Antara • 14 Januari 2022 21:18
Jakarta: Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menyarankan pemerintah untuk memberlakukan mekanisme buka tutup sekolah. Hal ini sebagai upaya pencegahan varian Omicron mengenai anak-anak.
 
"Yang terakhir mekanisme kontrol buka tutup sekolah sebaiknya dilakukan secara transparan untuk memberikan keamanan bagi publik," kata Piprim dalam jumpa pers virtual, Jumat, 14 Januari 2022.
 
Ia menilai pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas penuh berisiko menyebabkan anak-anak terpapar covid-19. Sebab, anak usia 11 tahun ke bawah dinilai belum bisa menerapkan protokol kesehatan 100 persen. Terlebih, belum lengkapnya vaksinasi pada kelompok ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, ada juga laporan dari beberapa negara yang mengatakan proporsi akibat infeksi covid-19 varian Omicron lebih banyak dibandingkan dengan varian-varian covid-19 sebelumnya. Bahkan, Omicron membuat anak-anak di beberapa negara banyak dirawat di rumah sakit.
 
Ia menyebut dengan situasi tersebut, anak berpotensi mengalami komplikasi berat yaitu sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) dan komplikasi long covid-19. Meskipun, gejala Omicron dapat dikatakan lebih ringan dan tidak semua orang mengalami hal tersebut.
 
"Kalau sudah ketemu pasiennya itu, kasihan sekali. Saya dikardiologi anak, anak-anak dengan MIS-C itu kontraksi jantungnya sangat lemah, bisa gagal jantung," kata dia.
 
Baca: Kasus Covid-19 di 10 Sekolah: KPAI Sarankan DKI Kembali ke PTM Terbatas
 
Dengan memperhatikan seluruh hal tersebut, dia meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali berjalannya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Selain buka tutup sekolah, ia menyarankan adanya pemberian opsi lagi untuk orang tua memilih pembelajaran dilakukan secara daring atau luring.
 
Ia juga menyarankan anak yang memiliki komorbid segera melakukan pemeriksaan diri terlebih dahulu ke dokter yang menangani. Anak-anak yang telah melengkapi vaksinasi dan bisa menerapkan protokol kesehatan, dapat mengikuti PTM di sekolah.
 
Ia mengaku telah mengirimkan surat resmi perihal evaluasi tersebut kepada sejumlah kementerian. Piprim berharap, surat yang dikirimkan tersebut dapat segera mendapatkan jawaban dari kementerian terkait, untuk segera melakukan penindakan lebih lanjut.
 
"Jadi surat ini dari lima organisasi profesi tertanda masing-masing ketua umum perhimpunan profesi," ungkapnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif