Direktur PT Kalbe Farma Tbk Bernadus K Winata (kedua kanan) dan Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI Nurul Taufiqu Rohman (kanan) mendapat penjelasan dari pemenang Kalbe Junior Scientist Award 2019 kategori SMP Sofia Wulan Ramadhani tentang Automatic Trash
Direktur PT Kalbe Farma Tbk Bernadus K Winata (kedua kanan) dan Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI Nurul Taufiqu Rohman (kanan) mendapat penjelasan dari pemenang Kalbe Junior Scientist Award 2019 kategori SMP Sofia Wulan Ramadhani tentang Automatic Trash

Kalbe Dorong Kreativitas Sains Anak Indonesia

Pendidikan kalbe farma
M Studio • 12 November 2019 12:55
Jakarta: Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi salah satu faktor penentu kemajuan bangsa. Oleh karena itu, penting menanamkan kecintaan terhadap iptek pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
 
Berangkat dari pemikiran tersebut PT Kalbe Farma Tbk sebagai perusahaan farmasi dan produsen produk kesehatan, menyelenggarakan Kalbe Junior Scientist Award (KJSA).
 
Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak Indonesia bahwa ilmu pengetahuan bukan ilmu yang harus ditakuti, tetapi sesuatu yang menyenangkan, mengasyikkan, dan mudah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalbe berkomitmen untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan sejak dini kepada anak-anak Indonesia, sekaligus meningkatkan kreatifitas anak dalam memecahkan masalah sehari-hari dengan sains,” kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, dalam siaran persnya.
 
Pelaksanaan KJSA tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karya sains yang diciptakan mengadaptasi pemanfaatan teknologi digital dengan mengusung tema KJSA Goes Digital.
 
Sejalan dengan era digital, KJSA berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Dengan mengusung tema KJSA Goes Digital diharapkan dapat menjadi langkah awal dari diperkenalkannya karya sains berbasis digital pada anak-anak untuk menjawab permasalahan yang ada disekitar anak-anak.
 
“Harapan kami dengan KJSA, Kalbe dapat ikut membangun anak-anak dalam budaya sains, teknologi, engineering dan matematika yang merupakan modal penting bagi kemajuan sains Indonesia,” ucap Vidjongtius.
 
KJSA 2019 mengumpulkan 424 karya sains yang berasal dari 239 karya kategori SD dari 121 sekolah dasar, dan 185 karya kategori SMP dari 102 sekolah menengah pertama seluruh Indonesia.
 
Karya Sains kategori SD dimenangkan oleh (1) Anneke Nazeeya Setiawan dari Sekolah Kuntum Cemerlang, Bandung dengan judul karya Kick It Out; (2) Muhammad Akbar dari Syafana Primary Islamic School, Tangerang dengan judul karya Alat Cuci Tangan Otomatis; (3) Ghirta Mahataksya dari SD Saraswati 3, Denpasar dengan judul karya Alat Pengisian Botol Otomatis; (4) Mahrus Ali Fawwas dari SD Muhammadiyah Manyar, Gresik dengan judul karya Detektor Aktif Kadar Alkohol; (5) Zayyan Ahmad Hanan dari SDIT Darul Abidin, Depok dengan judul karya Kampanye Pelestarian Sda Minecraft.
 
Adapun lima pemenang Karya Sains kategori SMP adalah (1) Sofi Wulan Ramadhani dari SMP Muhammadiyah 2, Denpasar dengan judul karya Automatic Trash Machine; (2) Else Windasari dari SMP 1 Jetis, Ponorogo dengan judul karya Robot Orak-Arik Gabah; (3) Callista Samantha Dina Charis dari SMPK Penabur Kota Wisata, Bogor dengan judul karya Smart Digital Iot System; (4) Gavin Malik Setiawan dari Sekolah Kuntum Cemerlang, Bandung dengan judul karya Jemput Aku; (5) Kurnia Ramadhani Wibawaningtyas dari SMPN 1, Bantul dengan judul karya Alat Pemberi Nutrisi Otomatis.
 
Seluruh pemenang di setiap kategori SD dan SMP mendapatkan hadiah Rp15 juta (juara pertama), juara kedua mendapatkan 12,5 juta, pemenang ketiga mendapatkan hadiah Rp10 juta, dan juara keempat serta kelima masing-masing mendapatkan Rp7,5 juta. Guru pendamping SD dan SMP juga mendapatkan hadiah masing-masing Rp3 juta.
 
Para pemenang yang terpilih ini telah melakukan mentoring dengan para mentor yang telah ditentukan oleh Dewan Juri sesuai dengan kompetensi para mentor. Proses mentoring merupakan pengembangan karya sains untuk menjadi digital.
 
Dewan Juri KJSA 2019 adalah Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M. Eng., Ph.D (Kepala Pusat Penelitian Fisika, LIPI), Maulani Mega Hapsari, S.Ip, MA (Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kemdikbud RI), M. Syachrial Annas (Direktur PP IPTEK Kemristekdikti RI), Irzan Raditya (CEO & Co-Founder of Kata.ai), Onno W. Purbo, Ph.D (Pakar Informasi dan Teknologi).
 
Adapun yang menjadi mentor adalah Herry Kwee (Fisikawan, Presiden World Physics Olympiad), Dewis Akbar (Penggagas Lab on Bike), Handy Darmawan (Chief Technology Officer Tempo Media Group), Dr. M. Ikhlasul Amal, M.Si.,S.Si. (Pusat Penelitian Metalurgi & Material LIPI), Dr. Wahyu Bambang Widayantos (Pusat Penelitain Fisika LIPI – Material), Mohamad Imam Afandi M.T (Pusat Penelitian Fisika Elektronik & IT, LIPI), Hemi Prasetyo M.Si. (Kepala Divisi Administrasi, Pusat Peragaan Iptek, Kemmenristekdikti) dan Setyo Purnomo. M.Hum (Kepala Divisi Operasi Pusat Peragaan Iptek, Kemenristekdikti.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif