Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

BIN dan BNPT Dilibatkan Dalam Pemilihan Rektor

Pendidikan Tangkal Radikalisme Pemilihan Rektor Radikalisme di Kampus
Intan Yunelia • 22 September 2019 16:59
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengantipasi masuknya paham radikalisme di perguruan tinggi. Kementerian menggaet Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menangkis paham radikalisme.
 
“Saya selalu sampaikan pemilihan rektor pun saya tidak serta merta saya menanya sendiri dan saya minta BNPT dan BIN dilibatkan yang selama ini tidak pernah dilibatkan kalau memang calon rektor terpapar radikalisme nggak bisa kita,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Jakarta, Minggu, 22 September 2019.
 
Nasir mewanti-wanti masuknya organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam organisasi kampus. Ia meminta pihak kampus berkoordinasi dengan kementerian bila menemukan penyebaran paham khilafah di lingkungan akademik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sudah ada pergub larangan ormas HTI. Maka jangan sampai kampus ada dalam masalah kegiatan ini,” ujar Nasir.
 
Ia meminta rektor perguruan tinggi mendata ulang sivitas kampus mulai dari pegawai, dosen dan mahasiswa. Tindakan tegas wajib dilakukan bila terbukti ada paham radikal di lingkungan perguruan tinggi.
 
“Mereka harus milih untuk lanjut dan keluar HTI itu saja pilihannya,” tutur dia.
 
Nasir menyebut menanamkan paham antiradikalisme salah satunya dengan menguatkan nilai-nilai nasionalisme dan ideologi negara. Penanaman empat pilar ideologi negara, seperti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI harus digencarkan.
 
“Mahasiswa juga harus dilakukan reedukasi supaya menjadi nasionalisme harus terjaga dan NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara,” kata dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif