Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta, Heru Purnomo.  Foto: Dok. Pribadi
Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta, Heru Purnomo. Foto: Dok. Pribadi

Sekolah Diliburkan, SMPN 52 Jakarta Atur Jadwal Piket Guru

Pendidikan Virus Korona
Ilham Pratama Putra • 17 Maret 2020 15:07
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan agar kegiatan belajar mengajar tatap muka ditiadakan di sekolah. Namun, beberapa tenaga kependidikan masih berdatangan ke sekolah.
 
Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta Timur, Heru Purnomo menyebut kehadiran stafnya ke sekolah dalam masa libur ini guna memastikan administrasi dan pelayanan sekolah tetap berjalan baik. Dia membentuk tim piket agar bisa bergantian datang ke sekolah.
 
"Baik guru maupun tenaga tata usaha harus kami atur. Bahwa sekolah pada dasarmya melakukan tugas institusi dan tidak boleh kosong. Cara kami, harus bertugas tapi bergiliran," kata Heru kepada Medcom.id, Selasa, 17 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:DKI Jakarta Berlakukan Kerja di Rumah untuk Guru
 
Keberadaan sebagian guru di sekolah tetap penting buat Heru. Sebab dalam masa libur ini, sekolah juga akan ditinjau oleh pihak Dinas Pendidikan DKI.
 
"Artinya saya kepala sekolah bersama guru itu nanti bergiliran untuk piket untuk memberikan pelayanan. Harus tetap terkoordinasi," kata dia.
 
Heru bersama warga SMPN 52 tak mempermasalahkan hal tersebut. Yang terpenting buat dia penugasan dan materi pembelajaran kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik.
 
"Karena basis sekolah ini, memberikan pendidikan itu sendiri. Pelayanan siswa bisa berjalan melalui daring dulu, di institusi, di sekolah kami bisa bergantian," terang Heru.
 
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menerapkan kebijakan guru bisa bekerja dengan sistem Kerja di Rumah atau Work Form Home (WFH). Kebijakan ini menyusul arahan dalam Surat Edaran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2/SE/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran virus korona atau coronavirus disease (covid-19).
 
"Pendidik dapat melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah atau tempat tinggalnya (work from home) dengan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh kepada peserta didik," kata Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana dalam surat edarannya, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Dia meminta satuan pendidikan dapat memilih platform media pembelajaran yang telah tersedia. Selain itu Nahdiana juga menyebut tugas administrasi bisa dikerjakan pula dari rumah.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif