Masyarakat Belum Siap Migrasi ke Buku Digital
Direktur Produk Penerbit Erlangga, Bambang Sutrisno, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Era industri digital merambah semua aspek kehidupan tak terkecuali industri percetakan. Industri percetakan pun harus beradaptasi dari konvensional fisik ke digital atau e-book, meski ternyata peminat buku digital masih sangat sedikit.

Direktur Produk Penerbit Erlangga, Bambang Sutrisno mengatakan, mau tak mau Erlangga pun mengikuti tren ke percetakan digital. Meski begitu percetakan konvensional tak ditinggalkan begitu saja. 

Fakta yang terjadi, perusahaan yang banyak mencetak buku-buku pelajaran digital justru tak banyak diminati.  “Kalau bicara migrasi (ke buku pelajaran sekolah digital) itu evolusi yang terjadi sangat pelan, dibanding dengan perkembangan teknologi lainnya,” kata Bambang kepada Medcom.id usai acara pembukaan Erlangga Talent Week 2018, di Mall Kuningan City, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Baca: 2.500 Pelajar Ikut Lomba Pidato Bahasa Inggris di ETW

Karena kurang diminati itulah, Erlangga masih memprioritaskan percetakan buku  pelajaran sekolah pada cetakan fisik atau konvensional. Adapun e-book hanya sebatas pilihan bagi para siswa. 

E-book untuk buku sekolah masih sebatas pilihan, bukan yang utama. Meski Erlangga sudah memigrasikan ke dalam format digital, tetapi pada akhirnya masyarakat yang memilih,” ujar Bambang.

Ia menuturkan walaupun dari tahun ke tahun semua serba diganti ke teknologi, proses pembelajaran tetap lebih mudah dipahami dengan menggunakan buku tertulis.

“Buku pelajaran apapun bisa didapatkan melalui digital, itu lebih mudah. Tapi dalam proses, mau melatih motorik halus dengan melukis dan menggambar tetap saja membutuhkan barang-barang cetakan,” pungkasnya.

(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id