Rektor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Nuhfil Hanani, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Rektor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Nuhfil Hanani, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

UB Targetkan Transisi Menuju PTN-BH Cukup Dua Tahun

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 04 Januari 2019 17:29

Malang:  Rektor Universitas Brawijaya (UB), Malang, Nuhfil Hanani menargetkan masa transisi dari Badan Layanan Umum (BLU) menuju ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN-BH) dipercepat dari yang biasanya empat tahun menjadi cukup dua tahun saja.

Universitas Brawijaya menyatakan telah mempersiapkan berbagai macam program untuk membuka lembaran baru di 2019. Sebab saat ini, UB tengah menghadapi tiga tantangan besar yang harus segera dihadapi.

Pertama, mengejar target World Class Entrepreneur University (WCEU) terlebih pada pemeringkatan internasional.  Kedua, pencanangan UB sebagai perguruan tinggi otonom atau biasa disebut Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ketiga, aspek-aspek yang mendukung masa transisi dari Badan Layanan Umum (BLU) ke PTN-BH harus segera direalisasikan.  "Masa transisi biasanya memakan waktu empat tahun, namun kita coba percepat menjadi dua tahun. Maka dari itu kuncinya ada di tahun 2019 ini," katanya, di Malang, Kamis, 3 Januari 2019. Nuhfil menambahkan, banyak upaya yang harus ditempuh untuk memenuhi tiga tantangan tersebut. Semua pihak harus bersinergi dari tingkat universitas hingga fakultas serta unit-unit pendukung yang berada di dalam kampus.

Pasalnya, hal ini bukanlah program atas nama rektor, melainkan program univeritas secara menyeluruh. Tidak hanya capaian prestasi mahasiswa, dosen dan fakultas, tapi akreditasi pun menjadi pertimbangan penting dalam persaingan di level perguruan tinggi nasional.

"Tahun 2018, UB telah berhasil mempertahankan akreditasi A institusi, maka tidak berlebihan jika 2019 nantinya UB becita-cita mengejar akreditasi institusi internasional, termasuk akreditasi program studi masing-masing," tegasnya.

Baca: Menristekdikti Instruksikan Pengurusan Izin Prodi Tidak Dipersulit

Pada bidang pendidikan dan penelitian, UB akan mengejar publikasi internasional melalui peningkatan guru besar. Hal ini menjadi komponen utama, mengingat UB masih mengalami ketertinggalan dalam bidang SDM.

Menurut Nuhfil, gelar dan pangkat merupakan indikator yang mudah untuk dilihat, maka dari itu paling tidak dosen-dosen yang berada di UB sudah bergelar doktor secara merata.  "Tentu target kita tidak hanya percepatan guru besar saja, namun ke depan kami juga akan memberikan kesempatan bagi dosen dan tenaga pendidik untuk menempuh studi lanjut," ungkapnya.

Sedangkan pada bidang pengabdian, UB telah mencanangkan program Doktor Mengabdi dan program Universitas Mengabdi untuk tingkatan yang lebih luas. Program Universitas Mengabdi merupakan salah satu langkah UB untuk mempersiapkan PTN-BH.

Program ini nantinya tidak hanya sebatas hilirisasi produk semata, namun juga bagaimana produk tersebut dapat difungsikan dan dikomersialkan.  "Karena dalam pergerakan menuju PTN-BH, UB tidak hanya dituntut memiliki unit-unit bisnis skala komersil, namun juga produk-produk unggulan yang dapat disebar di berbagai lapisan masyarakat dan stakeholder," pungkasnya.




(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi