Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Citra Larasati.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Medcom.id/Citra Larasati.

Jangan Mudah Tergiur Tawaran Kuliah di Luar Negeri

Pendidikan Pendidikan Tinggi Mahasiswa di Taiwan
Kautsar Widya Prabowo • 04 Januari 2019 09:06
Semarang:  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengimbau masyarakat terutama mahasiswa untuk tidak mudah tergiur imingi-iming kesempatan kuliah di luar negeri. Hal tersebut menyusul sejumlah mahasiswa Indonesia yang diduga menjalani kuliah-magang di luar aturan permagangan, di sejumlah pabrik di Taiwan.

Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan, mahasiswa ataupun keluarga dapat berkonsultasi terlebih dahulu ke kementerian untuk memeriksa, apakah program yang ditawarkan pihak perguruan tinggi tersebut realistis untuk dilakukan.  "Komunikasikan dengan Kemenristekditi, apakah bentuk prosesnya benar atau tidak," ujar Nasir di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 4 Januari 2018.

Disinggung mengenai sanksi, pihak Nasir mengaku belum dapat berkomentar banyak, lantaran kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Terlebih keberangkatan mahasiswa dalam rangka kuliah-magang ke Taiwan itu, menurut Nasir, di luar sepengetahuan pemerintah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Saat ini kami sedang menyelidiki kasus ini. Saya sudah berkomunikasi dari kemarin, namun dipastikan mereka berangkat sendiri melalui calo atau agensi," imbuhnya. Baca: Agen Pendidikan Tak Kredibel Perkeruh "Kuliah-Magang" di Taiwan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo menjelaskan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kemudian baru akan diketahui lembaga mana yang harus bertanggung jawab. 

"Kita dalami, termasuk apakah ini masuk pelanggaran sedang, berat, dan apakah yang salah perguruan tingginya atau yang salah agennya.  Itu dilihat dulu," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti, Ismunandar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kabar tentang ratusan mahasiswa Indonesia yang dipaksa bekerja di luar ketentuan dan aturan di sejumlah pabrik di Taiwan. Laporan tersebut diterima langsung dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taiwan.

"Kami memang sudah menerima laporan dari KDEI di Taipei tentang hal ini," kata Ismunandar kepada Medcom.id, Senin 31 Desember 2018.

KDEI memperkirakan, jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Taiwan mencapai 1.000-an mahasiswa, namun hanya sekitar tiga ratusan di antaranya saja yang terjebak dan menjadi korban kerja paksa.  Namun berdasarkan data Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) jumlah mahasiswa yang kuliah di Taiwan secara keseluruhan jumlahnya mencapai 6.000 orang.



(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi