Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan MPLS harus disesuaikan dengan tahap perkembangan dan psikologi anak. Setiap jenjang pendidikan memiliki kebutuhan yang berbeda.
| Baca juga: Link Pengumuman SPMB Jatim 2026 Tahap 2 Resmi Buka, Cek di Sini |
Model MPLS 2026
Taman Kanak-kanak (TK)- Untuk anak usia TK, MPLS dapat dilakukan melalui aktivitas bermain dan eksplorasi.
Sekolah Dasar (SD)
- Bagi siswa SD, kegiatan MPLS dapat diarahkan untuk membangun kebiasaan positif dan penguatan karakter.
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Adapun siswa SMP yang mulai memasuki masa remaja membutuhkan dukungan agar lebih percaya diri. MPLS dijalankan untuk mendukung perkembangan anak secara seimbang termasuk ditananamkan sifat bijak memanfaatkan teknologi.
- Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, pendekatan MPLS perlu disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan siswa. Siswa pada jenjang ini diajak untuk memiliki persiapan masa depan pendidikan maupun dunia kerja.
Kemendikdasmen Siapkan Panduan MPLS Ramah
Untuk mendukung pelaksanaan MPLS Ramah, Kemendikdasmen telah menyiapkan panduan yang dapat digunakan oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Panduan tersebut dapat menjadi acuan sekolah untuk menyusun kegiatan yang sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan budaya masing-masing satuan pendidikan.Gogot mengajak kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur pendidikan untuk bersama-sama memastikan MPLS berjalan sesuai tujuan. Termasuk memastikan tidak adanya perpeloncoan bagi murid baru.
"Jangan ada lagi perpeloncoan, intimidasi, ataupun kegiatan yang membuat murid merasa takut, malu, bahkan tidak aman dan tidak nyaman," tegasnya.
Ia berharap MPLS Ramah dapat menjadi pintu masuk terciptanya budaya sekolah yang positif, tempat anak membangun karakter, menjalin persahabatan, dan tumbuh dengan rasa cinta terhadap sekolah. "Mari kita bersama-sama mengadakan MPLS sebagai awal yang aman dan nyaman bagi murid untuk membangun karakter, menjalin persahabatan, dan menumbuhkan kecintaan kepada sekolah," pungkas Gogot.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda