Taklimat Media Badan Bahasa. Foto: Medcom/Ilham Pratama
Taklimat Media Badan Bahasa. Foto: Medcom/Ilham Pratama

Kapitil Ternyata Bukan Kata Baku, Kalau Meresahkan Bisa Dihapus dari KBBI

Ilham Pratama Putra • 23 Januari 2026 20:11
Bogor: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memasukkan antonim dari kata kapital, yaitu kapitil. Menurut KBBI, kapitil berarti kecil (tentang huruf seperti A, B, C, dan seterusnya), hal ini menunjukkan istilah dari huruf kecil pada penyebutannya.
 
Namun, diakui jika kapitil bukanlah istilah baku. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengembangan, Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia. "Kapitil itu ragam cakapan. Sehingga tidak diperuntukkan dalam tulisan ilmiah atau formal seperti berita dan lain-lain," sebut Dora dalam Taklimat Media pada Jumat 23 Januari 2026.
 
Sejak pertama kali dibukukan, KBBI telah menerima 256.000-an usulan lema. 181.293 di antaranya telah disunting, 75.181 lema diproses, 218 lema diarsipkan, 124.479 diterima, dan 38.298 ditolak.

"Usulan apakah entri itu masuk nonaktifkan, dibuang, atau tidak, itu dibicarakan dalam rapat redaksi. Kami rutin rapat redaksi agar segala persoalan yang muncul diketahui tim redaksi," ujar Dora.
 
Penonaktifan lema atau entri tersebut, juga bisa berlaku untuk istilah kapitil. Apabila setelah dilakukan peninjauan ulang dan istilah tersebut dianggap meresahkan, maka langkah penonaktifan dapat diambil.
 
"Kami menunggu pemutakhiran pada April 2026 sambil melihat dinamika dalam masyarakat. Sebelum sampai pada hal itu, kita akan mengamati perkembangannya sampai pemutakhiran nanti," tutur dia.
 
Sejak masuk KBBI, kata kapitil telah menjadi kata yang populer bahkan menciptakan diskusi di media sosial seperti X dan TikTok. Berbagai reaksi datang dari masyarakat, ada yang mengatakan bahwa kata ini kurang cocok karena dari segi penyebutan kapitil mirip dengan bunyi kata lain yang kurang pantas.
 
Namun di sisi lain, kata ini berhasil mendapat respons positif dari masyarakat. Adanya kata kapitil menjadikan masyarakat lebih percaya terhadap perkembangan Bahasa Indonesia.

Kata Populer Lain yang Masuk KBBI

Ternyata bukan hanya kapitil, beberapa kata lain yang populer di media sosial pun berhasil masuk KBBI, diantaranya:

1. Galgah

Ada yang ingat Bunga Reyza? Influencer TikTok yang pertama kali menciptakan kata galgah, sekarang telah resmi menjadi bagian dari KBBI.
 
Menurut KBBI, galgah artinya (sudah) lega atau segar kerongkongan karena minum; tidak dahaga; palum. Sedangkan palum sendiri diartikan sudah puas minum; hilang rasa haus.

2. Mager

Kata ini tentu kerap digunakan di tengah masyarakat. Mager dalam KBBI berarti malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas

3. Julid

Kata ini banyak digunakan, berarti iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu

4. Kepo

Kepo menurut KBBI berarti rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain
 
Baca juga: Sejarah KBBI 1988-2026, dari 62 Ribu hingga Kini 210 Ribu Kata

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan