Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf bertemu Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Istimewa
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf bertemu Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Istimewa

Program Organisasi Penggerak

Katib Aam: NU Tetap Gabung Program Organisasi Penggerak

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Agustus 2020 19:22
Jakarta: Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyebut organisasinya tetap ikut serta dalam Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Keputusan ini disebut merupakan hasil rapat PBNU pada Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Melalui keterangan tertulisnya, Gus Yahya mengaku telah menemui Mendikbud Nadiem Makarim hari ini. Ia mengatakan, pertemuannya dengan Nadiem sudah direstui Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.
 
"Untuk menyampaikan keputusan bahwa NU tetap ikut serta dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang diinisiasi oleh Kemendikbud," kata Gus Yahya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, keputusan NU kembali bergabung dengan POP setelah ada klarifikasi mengenai dua hal.Pertama, kata dia, bahwa POP bukan program yang bersifat akar rumput, tapi lebih bersifat laboratorial.
 
"Memang sudah ada klarifikasi dari Mendikbud sebelumnya bahwa dengan POP ini sebenarnya Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi dari berbagai pihak yang menawarkan gagasan," ujarnya.
 
Baca:NU Timbang Gabung jika POP Ditunda Hingga Tahun Depan
 
Gus Yahya menambahkan, yang diukur dari POP adalah kelayakan gagasan dan perencanaan eksekusinya. Pihak mana pun bisa ikut tanpa harus bergantung pada ukuran organisasi atau keluasan konstituen.
 
Hasil klarifikasi kedua, lanjutnya, pelaksanaan POP baru akan dilaksanakan pada 2021. Dengan begitu, masih cukup waktu untuk menuntaskan pelaksanaan program sepanjang tahun depan.
 
Gus Yahya menyampaikan NU mendukung upaya Mendikbud untuk mengambil langkah-langkah nyata sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan masyarakat. Khususnya, di bidang pendidikan.
 
"Kami juga mendukung upaya-upaya pembaharuan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada," ujarnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif