EUREM Training 2022. DOK SGU
EUREM Training 2022. DOK SGU

SGU Gelar Training untuk Profesional di Bidang Industri Terkait Manajemen dan Efisiensi Energi

Renatha Swasty • 28 Juni 2022 18:21
Jakarta: Perkumpulan Ekonomi Indonesia–Jerman (EKONID) menggandeng Swiss German University (SGU) menggelar European Energy Management (EUREM) Training 2022. Ini adalah pelatihan tingkat lanjut berstandar internasional yang bertujuan meningkatkan keterampilan profesional di berbagai bidang industri terkait manajemen dan efisiensi energi.
 
“Saya merasa sangat bangga, Swiss German University (SGU) dipercaya oleh EKONID sebagai mitra pelaksana EUREM Traning 2022. Semoga dengan adanya kontribusi dari SGU dapat menghasilkan pelatihan yang diharapkan," kata Rektor Swiss German University, Filiana Santoso, dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Pelatihan ini mencakup masalah-masalah terkait energi yang mungkin muncul di dunia industri dan sudah dilaksanakan di 30 negara. Kegiatan training ini diharapkan menghasilkan lulusan yang dapat mengembangkan manajemen dan efisiensi energi di perusahaannya masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, lulusan akan sangat berkontribusi bagi perusahaan dalam hal menekan pengeluaran biaya, khususnya biaya terkait penggunaan energi. Selain itu, dapat juga mendorong terciptanya kebijakan perusahaan yang hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
 
Lulusan akan mendapatkan sertifikat keahlian manajemen dan efisiensi energi berstandar internasional. Training ini adalah program free of charge yang didukung sepenuhnya oleh EUREM dan dikelola EKONID.
 
Peserta EUREM Training 2022 merupakan profesional pada berbagai posisi penting dalam suatu perusahaan setingkat supervisor atau di atasnya, seperti: Plant Manager, Process Engineer, Utility Manager, dosen atau posisi lain yang berasal dari berbagai bidang
industri dan pendidikan tinggi. EUREM Training 2022 dilaksanakan pada 18 Maret-25 Juni 2022.
 
Kegiatan diikuti 15 peserta dari berbagai bidang industri, seperti:
  1. Makanan dan minuman: PT Bali Hai Brewery Indonesia, Wings Corporation, PT Mitra Hasil Bumi, dan PT Sewu Sentral Primatama (Rejuve)
  2. Industri petrokimia: PT Kaltim Methanol Industri
  3. Industri textil: Stretchline Holdings Ltd.
  4. Industri aroma dan bahan pangan: PT Indesso Aroma
  5. Penyedia listrik, industri energi, dan infrastruktur: PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
  6. Jasa konstruksi skala nasional: PT Pusat Andalan Sukses
  7. Sistem manajemen kabel and switch: PT Trias Indra Saputra
  8. Pendidikan tinggi: Swiss German University
  9. Industri obat herbal: PT Deltomed Laboratories
  10. Perusahaan konglomerasi multinasional: PT Astra International Tbk.
EUREM Training 2022 melibatkan trainer profesional di bidang manajemen dan efisiensi energi, seperti profesional di bidang migas dan energi terbarukan, Evita H, Legowo; auditor energi bersertifikat, Rudi Irawan. Keduanya juga merupakan dosen SGU pada Jurusan Teknik Kimia,
Konsentrasi Energi dan Lingkungan Berkelanjutan.
 
Lalu, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Surya Darma; assessor sertifikasi profesi energi terbarukan dan geothermal (BSNP) yang juga Advisor Indonesia-Japan Joint Crediting Mechanism (JCM), Dicky Edwin Hindarto. Kemudian, pakar perdagangan karbon dan negosiasi perubahan iklim yang juga Direktur PT Narama Mandiri dan pakar Green Building, Totok Sulistiyanto; serta dosen pascasarjana Universitas Pradita yang juga pakar Green IT, automasi industri, dan robotika, Handri Santoso.
 
Dena Hendriana, Hery Sutanto, dan Horst Kruse yang merupakan profesional di bidang energi terbarukan sekaligus dosen SGU juga berkontribusi dalam training ini. Peserta training juga diminta mempresentasikan dan melaporkan proyek manajemen dan efisiensi energi dari beberapa perwakilan perusahaan peserta.
 
Proyek tersebut meliputi proyek yang akan diajukan, proyek berjalan, atau proyek yang sudah dilakukan. Dalam hal ini, sebuah proyek dapat dinilai sebagai proyek potensial, proyek yang harus dilengkapi, atau proyek yang harus dievaluasi.
 
Proyek tersebut, antara lain implementasi energi terbarukan, seperti panel surya Photovoltaic (PV) atau geothermal dan analisis perbandingan pemanfaatan energi konvensional dengan energi terbarukan yang bersumber dari energi surya.
 
“Kurikulum EUREM training disiapkan agar dapat menghasilkan luaran pelatihan yang diharapkan,” kata Head Training & Education Departement EKONID, Hardy Hoffman.
 
Baca juga: Kejar Target Net Zero Emission, Swiss German University Gelar Pelatihan Efisiensi Energi
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif