Siswa magang di salah satu perusahaan jam tangan. Foto: Dok. Kemendikbud
Siswa magang di salah satu perusahaan jam tangan. Foto: Dok. Kemendikbud

Dampak Resesi, Industri Sulit Serap Lulusan Baru

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi Perguruan Tinggi Peta Jalan Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 11 November 2020 18:28
Jakarta: Indonesia resmi memasuki resesi pada kuartal ketiga di angka -3,49 persen. Hal ini berpengaruh pada tingkat penerimaan karyawan baru di satu perusahaan.
 
Pengamat Sosial sekaligus Pengajar Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengatakan, hal ini membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam menerima karyawan baru. Bahkan ada kecenderungan perusahaan untuk tidak menyerap lulusan baru, dan lebih memilih untuk menggunakan tenaga profesional.
 
"Industri lagi kacau balau, jadi apa yang terjadi dalam konteks SDM, kami melakukan banyak PHK, kami memilih untuk menggerakkan mesin kami, kita lebih memilih mantan profesional daripada fresh graduate," kata Devie dalam Rapat Panja Peta Jalan Pendidikan, Rabu 11 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alasannya adalah lulusan generasi saat ini dinilai tidak siap untuk masuk ke dunia kerja. Terutama dalam urusan soft skills-nya.
 
Baca juga:Kapal Kesehatan Rancangan UI, Bisa Bergerak Otomatis Tangani Pasien
 
Maka dari itu, kata Devie, industri berpikir lebih baik memilih orang yang telah berpengalaman untuk mendukung kinerja perusahaan. "Ini terkait dengan masalah efisiensi dan efektivitas, karena di era krisis seperti sekarang, industri mengharapkan ada superman dan superwoman, orang yang bisa melakukan multitasking sesuai dengan tuntutan industri," ujar Devie.
 
Dengan begitu, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan. Institusi pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap untuk dunia kerja.
 
"Ini menjadi catatan serius, bagaimana industri kita bisa tertolong jika SDM institusi pendidikan tidak bisa menjawab itu. Maka dari itu, kita harus belajar dari negara yg sukses, seperti Finlandia dan Jepang, walaupun mereka itu pasti juga ada celahnya," tutupnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif