Menristekdikti Siapkan 130.000 Beasiswa di 2019
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Lampung:Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, jumlah beasiwa yang diberikan kepada mahasiswa kurang mampu terus bertambah setiap tahunnya. Untuk 2019, ia mengaku akan memberikan 130.000 beasiswa kepada mahasiwa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta.

"Pada 2014, awal mula 50.000 orang mendapatkan beasiswa. Pada 2015-2016 saya naikkan 60.000. Lalu, 2017 saya naikkan lagi menjadi 80.000. Pada 2018 saya naikkan lagi 90.000. Nah, pada 2019 saya ajukan kepada presiden 130.000 beasiswa untuk anak miskin di Indonesia baik perguruan tinggi swasta dan negeri," kata Nasir di Gedung Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, Lampung, Sumatera Selatan, Senin, 14 Mei 2018.


Dengan semakin meningkatnya jumlah beasiswa, Nasir berharap dapat mendorong mahasiswa-mahasiswa Indonesia bersaing di kelas dunia. Menurut Nasir, pesatnya perkembangan teknologi saat ini harus diintervensi pemerintah, agar mahasiswa dapat mengoptimalkannya dengan baik.

"Kita dihadapkan pada suatu situasi yang perubahannya begitu cepat, yakni di era perkembangan teknologi. Oleh karena itu, mahasiswa harus bisa merespon dengan positif atas perkembangan teknologi itu. Maka, kita harus siapkan mahasiswa itu, agar kedepannya lebih baik," ujar Nasir.

Hapus Dikotomi

Sementara itu mengenai akreditasi PTN dan PTS, menurut Nasir tidak terlalu penting. Sebab, ia menilai hal yang terpenting pada perguruan tinggi adalah kualitas.

Menurut Nasir, dalam sejarah Indonesia, perguruan tinggi swasta tidak pernah mendapatkan perhatian dengan serius. "Hari ini saya datang ke Perguruan Tinggi Swasta (Universitas Bandar Lampung), saya ingin hilangkan dikotomi negeri dan swasta karena yang kita ajukan adalah kualitas," ujar Nasir.

Ia menegaskan, perguruan tinggi yang berkualitaslah yang mampu bersaing.  "Untuk itu, jangan berpikir masalah negeri dan swasta, tapi mutu yang anda hadapkan menjadi penting dan tidak ada lagi dikotomi negeri dan swasta. Ini yang penting sekali saya tegaskan," ucapnya.



 



(CEU)