Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kepala Sekolah, Begini Cara Membaca dan Memahami Rapor Pendidikan

Citra Larasati • 08 Desember 2022 18:32
Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong satuan pendidikan memanfaatkan hasil rapor pendidikan sebagai rujukan dalam menganalisis dan menindaklanjuti peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itu, para pengguna seperti kepala satuan pendidikan atau kepala sekolah perlu meningkatkan pemahaman dari hasil Rapor Pendidikan.
 
Hasil dari Rapor Pendidikan sudah dibuat dan dijabarkan secara ringkas dan sederhana. Sehingga kepala satuan pendidikan, kepala dinas pendidikan atau tenaga kependidikan hanya perlu memiliki kemampuan statistik dasar untuk dapat melakukan analisis dari data yang disajikan. 
 
Dilansir dari laman Ditjen SMP, rapor pendidikan jenjang pendidikan dasar, menengah dan anak usia dini dibagi menjadi beberapa bagian besar yang disebut dengan dimensi. Dimensi ini dikodekan dengan Huruf Kapital (A, B, C, D, dan E), saat ini pada profil pendidikan dasar, menengah dan anak usia dini terdapat 5 dimensi (A – E).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian dalam setiap dimensi memuat 2 jenis level indikator yang disebut indikator level 1 dan indikator level 2.  Indikator level 1 dikodekan dengan gabungan dimensi dan penomoran indikator, contohnya seperti pada pendidikan dasar.
 
Indikator literasi murid dikodekan menjadi A.1, kemudian beberapa indikator level 1 memiliki beberapa indikator di bawahnya yang disebut dengan indikator level 2. Indikator level 2 ini dikodekan dengan kode indikator level 1 ditambah dengan penomoran indikator level 2. Contohnya dibawah indikator level 1 literasi murid (A.1)
 
Untuk dapat membaca hasil Rapor Pendidikan, Sobat Medcom juga dapat melihat instrumen-instrumen berikut untuk membaca data yang terdapat di dalamnya
 
Sobat Medcom perlu menganalisis indikator-indikator di bagian input (hal-hal yang mendukung proses belajar-mengajar) dan proses (hal-hal yang mendukung untuk perbaikan mutu atau hasil pembelajaran) untuk mencari akar permasalahan dari rendahnya hasil Rapor Satuan Pendidikan. 
 
Contohnya, Bila hasil literasi dan numerasi di satuan pendidikan rendah, maka pihak sekolah dapat mencoba menganalisis indikator-indikator di bagian input dan proses untuk mencari akar masalah yang menyebabkan rendahnya literasi dan numerasi.
 
Kemudian, sekolah dapat melakukan perencanaan berbasis data tersebut dengan dibantu bimbingan dari tim Rapor Pendidikan. Pengawas satuan pendidikan juga akan mendampingi proses penggunaan rapor satuan pendidikan dalam perencanaan berbasis data.
 
Dengan memahami makna uraian dari tiap indikator, diharapkan sekolah dapat menentukan rencana peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan kondisi yang ada.
Baca juga:  AN dan Rapor Pendidikan Akan Ubah Orientasi Pendidikan

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif