Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar.  Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Harris Iskandar. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.

Makassar Tuan Rumah Hari Aksara Internasional Ke-54

Pendidikan kemampuan literasi
Intan Yunelia • 29 Agustus 2019 18:43
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 mulai 5-8 September 2019. Puncak peringatan HAI akan diselenggarakan pada tanggal 7 September 2019 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud, Harris Iskandar mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara. Serta melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Unesco juga telah menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. “Dengan memperingati Hari Aksara Internasional, kita perkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota dalam penuntasan buta aksara,” kata Harris saat Jumpa Pers Persiapan Penyelenggaraan HAI ke-54 di Gedung E Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan, tema yang diusung oleh Kemendikbud kali ini adalah ‘Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat’. Tentu tema tersebut disesuaikan dengan tema besar dari UNESCO pada HAI ke-54 yaitu ‘Literacy and Multilingualism’.
 
“Dengan tema ini, kami berharap program Pendidikan keaksaraan dapat memanfaatkan peluang dari keberagaman budaya dan Bahasa,” ujar Harris.
 
Dalam peringatan HAI, Kemendikbud juga menyosialisasikan kebijakan dan program percepatan penuntasan buta aksara di Indonesia melalui program Gerakan Literasi Nasional. Rangkaian kegiatan HAI ke-54 terdiri dari Festival Literasi Indonesia, pameran produk unggulan PAUD dan Dikmas, temu evaluasi pelaksanaan program pendidikan keaksaraan dan Kesetaraan.
 
Selain itu juga akan digelarworkshop pendidikan keaksaraan komunitas adat terpencil/khusus, bimbingan teknis pendidikan berkelanjutan, workshop percepatan satuan pendidikan nonformal terakreditasi, dan pameran pendidikan dan kebudayaan.
 
Di kegiatan itu pula, Kemendikbud akan memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam bidang keaksaraan. Antara lain anugerah aksara bagi pemerintah kabupaten/kota, pegiat keaksaraan, penghargaan tokoh komunitas adat terpencil/khusus, penghargaan TBM kreatif/rekreatif, penghargaan keberaksaraan bagi peserta didik keaksaraan dasar, dan penghargaan keberaksaraan bagi peserta didik keaksaraan usaha mandiri.
 
Selain itu, pemerintah juga memberikan penghargaan peserta didik kursus dan pelatihan, penghargaan lembaga kursus dan pelatihan berprestasi. “Total penerima penghargaan mencapai 135 orang/lembaga, terdiri dari 91 orang/lembaga penerima penghargaan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, dan 44 orang/lembaga dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan,” terangnya.
 
Terdapat enam kabupaten dan satu kota yang akan mendapat anugerah aksara di puncak peringatan HAI ke-54, yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bone, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Tangerang.
 
Pemerintah daerah tersebut berkomitmen tinggi dalam upaya penuntasan buta aksara. "Kami berharap ini menjadi contoh praktik baik bagi pemerintah daerah lain," tutup Harris.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif