Menristekdikti, Mohamad Nasir usai melantik Anhar Riza menjadi Kepala Batan, Kemenristekdikti/Diky Erfan Priliandi.
Menristekdikti, Mohamad Nasir usai melantik Anhar Riza menjadi Kepala Batan, Kemenristekdikti/Diky Erfan Priliandi.

Anhar Riza Dilantik Jadi Kepala Batan

Pendidikan Pelantikan pejabat
Antara • 28 Juni 2019 16:32
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melantik Prof. Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan sebagai Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Anhar menggantikan mantan Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, kepala yang habis masa jabatannya pada Desember 2018.
 
Nasir mengatakan, dengan kepemimpinan baru Batan dapat terus meningkatkan produktivitas riset yang penting bagi bangsa. "Terutama di bidang kesehatan, pangan, dan energi," sebut Nasir usai pelantikan di kantor Batan, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Dari ketiga bidang tersebut, Nasir juga secara khusus meminta Batan melanjutkan pembangunan reaktor nuklir yang digunakan untuk riset. Pengembangan energi alternatif seperti nuklir perlu dilanjutkan mengingat tidak selamanya energi fosil bisa diandalkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan mengusulkan kepada Bapak Presiden Jokowi (Joko Widodo) terkait anggaran pembangunan reaktor daya listrik. Anggarannya harus dipastikan ada karena pembangunannya tidak cukup dalam waktu satu hingga dua tahun," kata Nasir.
 
Baca:Kepala BPPT Diminta Hasilkan Inovasi Sesuai Kebutuhan Masyarakat
 
Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas pembangunan reaktor daya eksperimental yang digunakan untuk
penelitian tersebut. Dalam berbagai kesempatan, Nasir menargetkan pembangunan reaktor nuklir tersebut selesai di 2021.
 
Namun mengingat hingga saat ini pembangunannya belum juga dimulai, maka target penyelesaiannya pun mundur menjadi 2024. Menurut Nasir, Indonesia telah memiliki tiga reaktor nuklir dan sudah berpengalaman mengelola nuklir sejak 1965.
 
Oleh karena itu, Nasirmeminta agar Kepala Batan yang baru bisa melanjutkan pembangunan reaktordaya untuk eksperimen tersebut. "Kita punya kemampuan dalam mengelola reaktor nuklir dengan baik," kata dia.
 
Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, akan berupaya mewujudkan apa yang diinginkan oleh Menristekdikti. Sebelum menjabat sebagai Kepala Batan, Anhar menjabat
sebagai peneliti utama.
 
Ia lahir di Semarang pada 6 November 1962, menamatkan pendidikan program studi Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga meraih gelar doktor di Institut Nasional Politeknik Prancis.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif