Museum Zoologi ITB. Foto: ITB/Humas
Museum Zoologi ITB. Foto: ITB/Humas

Mengenal Museum Zoologi ITB Jatinangor

Pendidikan museum
Intan Yunelia • 18 Desember 2019 21:45
Jakarta:  Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki beberapa koleksi sampel hewan atau awetan hewan dari berbagai spesies yang dikumpulkan di Museum Zoologi ITB, Kampus Jatinangor, Bandung. Kehadiran museum ini sebagai penunjang proses penelitian dan pembelajaran mahasiswa ITB.
 
Kurator Museum Zoologi ITB, Ganjar Cahyadi mengatakan, museum ini didirikan sekitar tahun 1950. Berawal dari beberapa peneliti Eropa dan Amerika Serikat yang melakukan berbagai ekspedisi ke berbagai wilayah Indonesia.
 
Koleksi yang didapatkan dari ekspedisi tersebut sebagian disimpan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB sebagai salah satu cara untuk menunjang penelitian dan pendidikan biologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Museum ini pada mulanya dibentuk oleh beberapa peneliti dari Eropa dan Amerika Serikat khususnya dari Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat yang memiliki minat di bidang zoology," kata Ganjar dikutip dari laman ITB, Rabu, 18 Desember 2019.
 
Dan sekitar tahun 1960 hingga 2000-an, museum ini diambil alih oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Biologi ITB yang memiliki minat lebih di bidang zoology. Kemudian sekitar 2018 museum ini dipindahkan ke kampus ITB Jatinangor karena kapasitas koleksi yang mampu ditampung lebih besar.
 
Kini, Museum Zoologi ITB tersebut terletak di Komplek Gedung Program Studi Rekayasa Kehutanan ITB Kampus Jatinangor.  Hingga saat ini jumlah spesimen yang teradapat di dalam museum sudah mencapai sekitar 1.027 spesies dari 2.260 spesimen awetan hewan.
 
Spesimen ini terdiri dari lima hewan vertebra utama yakni mamalia, reptil, aves, amphibi, dan ikan, serta kelompok invertebrata yang meliputi molusca, gastropoda, crustaceae, dan beberapa kelas insekta.
 
Layaknya sebuah museum, di dalamnya tentu saja banyak koleksi hewan yang menarik, salah satunya ialah Harimau Sumatera. Pada 2019 BKSDA DKI Jakarta menitipkan spesimen Harimau Sumatera, sehingga spesimen ini menjadi salah satu koleksi menarik yang ada di dalam museum.
 
“Selain berbagai macam spesimen, di dalam museum juga terdapat artikulasi rangka yang dibentuk dari tulang-tulang hewan seperti tapir dan rusa dan fosil tubuh hewan seperti gigi gajah,” jelasnya.
 
Meseum Zoologi ini beroperasi mulai dari Senin hingga Jumat pada jam kerja, yaitu mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Meskipun terletak di dalam kampus ITB, museum ini tetap terbuka untuk umum dan tidak ada pungutan biaya, hanya saja untuk jumlah pengunjunganya dibatasi sebayak 25 orang per sesi.
 
"Bagi masyarakat umum jika ingin melakukan kunjungan hanya perlu meminta surat izin ke Wakil Dekan Bidang Sumber Daya ITB yang berlokasi di Kampus ITB Ganesa kemudian menyerahkan surat izin tersebut ke Kurator Museum Zoologi. Selain melayani kunjungan, museum ini juga melayani determinasi hewan untuk mahasiswa yang membutuhkan keterangan dari spesies yang akan diuji, ataupun memberikan pinjaman kepada mahasiswa ITB yang mebutuhkan spesimen untuk keperluan praktikum," pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif