Siswa Korban Gempa Ditargetkan Segera Kembali ke Sekolah
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau tenda belajar darurat di lokasi gempa Lombok, NTB, Humas Kemendikbud
Jakarta:  Pemerintah terus melakukan pemutakhiran data jumlah siswa penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).  Sampai saat ini Kemendikbud telah menyalurkan PIP kepada 360 ribu siswa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Segera akan dilakukan pemutakhiran data untuk memberikan penambahan jumlah siswa penerima manfaat (PIP)," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Jakarta, Senin, 10 September 2018.


Kemendikbud juga akan menambah sebanyak 650 tenda untuk sekolah darurat, sehingga total tenda yang didistribusikan lebih dari 1.000 unit. "Target kita seratus persen siswa NTB kembali ke sekolah dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Muhadjir.

Beberapa daerah, menurut Mendikbud, sudah memberikan komitmen untuk bersama-sama membangun kembali sekolah-sekolah di NTB. Di antaranya, pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah DKI Jakarta, pemerintah Kota Surabaya, dan  Kota Malang.

"Kalau perlu, nama sekolah yang dibangun dapat diubah dengan nama yang berkaitan dengan daerah yang telah membantu. Untuk kenang-kenangan bahwa seluruh bangsa Indonesia turut prihatin, dan bersama-sama mendukung pemulihan NTB. Ini wujud kerukunan sesama anak bangsa," jelasnya.

Baca: 5.298 Guru Terdampak Gempa Dapat Tunjangan Khusus

Kemendikbud terus melakukan inventarisasi sekolah-sekolah terdampak gempa. Untuk sekolah yang rusak berat akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan kerusakan sedang dan ringan dapat ditangani oleh Kemendikbud bekerja sama dengan berbagai lembaga memperbaiki sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Suandi, menyampaikan bahwa semangat anak-anak didik untuk belajar masih tergolong baik. Kegiatan psikososial yang dilakukan berdampak positif bagi mental siswa terdampak gempa.

"Memang kalau kita lihat, lebih baik jika mereka (siswa) berada di sekolah daripada hanya beraktivitas di tenda-tenda pengungsian," ujarnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id