Namun, antusiasme umat Islam untuk meraih pahala ini sering kali memunculkan pertanyaan klasik, bagi mereka yang memiliki hutang puasa, mana yang harus didahulukan, Qadha atau Syawal? Melansir informasi dari akun X resmi Muhammadiyah, terdapat beberapa pandangan dan pertimbangan penting yang perlu dipahami oleh setiap muslim:
Dua Pandangan Utama
Dalam menentukan prioritas antara hutang puasa wajib (Qadha) dan puasa sunnah Syawal, terdapat dua sudut pandang yang berkembang, yaitu yang pertama adalah Puasa Qadha wajib didahulukan. Pandangan ini didasarkan pada status Qadha sebagai kewajiban syariat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengerjakan amalan sunnah.Sedangkan pandangan lainnya, terdapat golongan yang berpandangan boleh mendahulukan puasa Syawal. Pertimbangannya adalah waktu pelaksanaan puasa Syawal sangat terbatas, yaitu hanya satu bulan, sementara waktu untuk meng-qadha puasa Ramadan lebih longgar yaitu hingga datangnya Ramadan berikutnya.
Mengutamakan Kewajiban sebagai Bentuk Ketaatan
Mendahulukan Qadha Ramadan sering kali dipandang sebagai langkah yang lebih utama karena ia merupakan bentuk menyegerakan kewajiban kepada Allah SWT. Jika terus ditunda demi mengejar puasa sunnah, dikhawatirkan seseorang akan lupa atau tidak sempat melunasi utang puasanya karena ajal atau halangan lainnya.Fleksibilitas Berdasarkan Kondisi Individu
Muhammadiyah menekankan bahwa keputusan untuk mendahulukan salah satunya bukanlah sebuah paksaan, melainkan kembali pada kesanggupan dan kondisi masing-masing individu.Jika seseorang merasa yakin memiliki waktu dan kesehatan yang cukup untuk menyelesaikan keduanya, maka mendahulukan Qadha adalah pilihan yang bijak. Namun, mengingat waktu Syawal yang singkat, mendahulukan puasa enam hari juga bukan hal yang dilarang.
Pada akhirnya, niat yang tulus untuk menuntaskan kewajiban dan menghidupkan sunnah adalah poin utama. Baik Sobat Medcom memilih menyelesaikan utang puasa terlebih dahulu atau mengejar keutamaan Syawal karena waktunya yang terbatas, pastikan dilakukan dengan penuh kesadaran dan kemampuan fisik yang memadai.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News