Perbedaan tersebut berkaitan dengan capaian pembelajaran setiap jenjang pendidikan.
Lantas, bagaimana perbedaan setiap capaian pembelajaran tersebut? Melansir dari laman Kemendiktisaintek dan berdasarkan Pasal 18, Pasal 19, dan Pasal 20 UU Nomor 12 Tahun 2012, berikut penjelasannya.
Perbedaan Penelitian S1, S2, dan S3
Penelitian S1: Menguji Pemahaman dan Penerapan Metode Ilmiah
Jenjang S1, penelitian dilakukan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami permasalahan dalam bidang studinya, menggunakan teori yang relevan, menerapkan metode penelitian, serta menganalisis data secara sistematis.Karya ilmiah yang dikenal pada jenjang S1 adalah skripsi. Melalui skripsi, mahasiswa belajar merumuskan masalah, menyusun tinjauan pustaka, menentukan metode penelitian, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis.
Topik penelitian S1 memiliki ruang lingkup yang lebih terarah dan spesifik. Mahasiswa dapat menguji teori yang sudah ada, menganalisis suatu fenomena, atau menerapkan metode tertentu untuk menjawab permasalahan dalam bidang studinya.
Hal terpenting dalam penelitian S1 adalah menunjukkan kemampuan menyusun penelitian yang logis, menggunakan metode secara tepat, dan mempertanggungjawabkan hasilnya secara akademik.
Penelitian S2: Analisis Lebih Mendalam dan Pengembangan Ilmu
Jenjang S2 atau magister, penelitian dituntut memiliki kedalaman analisis yang lebih tinggi. Mahasiswa mengembangkan pemahaman terhadap persoalan ilmiah melalui kajian teori dan analisis yang lebih mendalam.Saat proses penyusunan tesis, mahasiswa perlu menunjukkan penguasaan literatur, kemampuan mengevaluasi penelitian terdahulu, serta argumentasi ilmiah yang kuat untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Penelitian S2 dapat berupa pengujian teori dalam konteks berbeda, perbandingan sejumlah pendekatan, pengembangan model analisis, atau evaluasi terhadap metode yang sudah digunakan sebelumnya. Kebaruan penelitian dapat muncul melalui konteks, pendekatan, data, maupun temuan yang memperluas pemahaman terhadap suatu persoalan.
Penelitian S2 menekankan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis persoalan secara kritis, menyusun argumentasi yang kuat, dan menghasilkan temuan yang memberikan nilai tambah bagi bidang keilmuannya.
Penelitian S3: Menghasilkan Kebaruan dan Kontribusi Ilmiah
Penelitian pada jenjang S3 atau doktor memiliki tuntutan yang lebih tinggi karena berorientasi pada kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa doktoral diharapkan mampu melakukan penelitian secara lebih mandiri, mendalam, komprehensif, dan akurat.Proses penelitian doktoral atau disertasi, mahasiswa perlu mengidentifikasi persoalan ilmiah yang belum terjawab secara memadai, merumuskan pertanyaan penelitian yang kuat, dan menghasilkan temuan yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan pengetahuan.
Kontribusi tersebut dapat berupa teori baru, pengembangan teori, model konseptual, metode penelitian, atau temuan empiris yang memperluas pemahaman dalam bidang tertentu.
Penelitian S3 diharapkan menghasilkan kontribusi ilmiah yang lebih signifikan.
Skripsi, Tesis, dan Disertasi Bersifat Wajib?
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang memberikan fleksibilitas terhadap bentuk tugas akhir.Tugas akhir tidak harus selalu berbentuk skripsi, tesis, atau disertasi. Bentuknya dapat berupa prototipe, proyek, atau bentuk lain yang sesuai dengan ketentuan perguruan tinggi.
Program sarjana dan sarjana terapan, tugas akhir dapat tidak diwajibkan apabila program studi telah menerapkan kurikulum berbasis proyek atau bentuk pembelajaran sejenis sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, mahasiswa program magister dan doktor tetap wajib menyelesaikan tugas akhir serta memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan perguruan tinggi.
Ketiga jenjang tersebut memiliki standar dan tujuan masing-masing. Mahasiswa dapat menyusun penelitian yang sesuai dengan tingkat pendidikannya sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. (Adinda Kinanthi)